Perjuangan mewujudkan sebuah gagasan membutuhkan militansi intelektual, yang penuh kesabaran, ketekunan, dan kekayaan dialetika berpikir. Bukan sebuah payung cantik yang berusaha melindungi wajah berkosmetik tebal dari panas dan hujan.
Hari ini di Bandung, perjuangan mewujudkan gagasan itu dilakukan. Ikhtiar politik gagasan itu direalisasikan lewat sosok Anas Urbaningrum. Yang tidak berdiri di depan cermin kepalsuan. Yang memimpin dengan hati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini di Bandung, kemenangan politik gagasan itu terjadi. Kemenangan yang bisa dirasakan, dinikmati dan dirayakan oleh rakyat. Oleh mereka yang hendak bergerak dan bekerja bersama Partai Demokrat.
Bergerak dan bekerja yang dijaga oleh sebuah kesadaran membangun budaya demokrasi yang modern dan dipimpin oleh ketulusan hati.
Hari ini di Bandung, kesadaran yang terpenjara oleh tenda-tenda berpendingin udara terbebaskan oleh kesederhanaan. Fantasi yang dilambungkan oleh balon-balon udara itu kembali di bumikan.
Seperti kata Anas Urbaningrum tahun 1998 silam, "Harga diri demokrasi terletak pada faedahnya bagi publik." (adv/adv)











































