Bandung -
Berpindahnya Yahya Sacawiria ternyata berdampak besar buat Andi Mallarangeng (AM). Dukungan yang sudah ada, makin bertambah pula. Hal itu ditegaskan Panangian Simanungkalit, koordinator infokom tim sukses AM. "Arus dukungan yang terus mengalir semakin kuat itu ditandai dengan mulai bergabungnya kembali DPC-DPC yang semula mendukung kandidat lain (AU dan MA) ke kubu AM", ujarnya. Dia melanjutkan, "Sepertinya kader-kader PD merasa prihatin dengan adanya sinyalemen gerakan politik kasar dari pihak luar PD yang tidak ingin melihat PD besar di Pemilu 2014." Dia juga menegaskan, dampak hengkangnya Yahya, membuat sekitar 45 DPC dari Jabar, Jatim, Sumut, Sultra, dan Sulteng akan melakukan deklarasi mendukung kandidat AM.
Fakta itu memang makin tak terbantahkan. Pasalnya, di hari pertama Kongres II PD ini, kekuatan yang mendukung AM makin tak terbendung.Β Nachrowi Ramli, ketua DPD PD DKI Jakarta juga tak menampik bahwa para DPC yang mantap dukung AM itu bakal melakukan deklarasi secara terbuka. "Deklarasi itu juga menunjukkan bahwa seluruh kader PD sudah mulai menangkap sinyal bahwa kehadiran Ibas secara tersirat merupakan representasi dukungan Cikeas kepada AM yang loyalitasnya telah teruji selama lima tahun menjadi jubir SBY," kata ketua tim sukses "AM for PD-1" itu.
Hal lainnya, sambung Nachrowi lagi, penegasan AM soal partai modern, membuat banyak DPC juga merapatkan barisan. "AM sudah menegaskan konsep partai modern buat PD kedepan, yang sama sekali tidak meninggalkan roh Partai Demokrat yaitu
Pak SBY," tegasnya. Selain itu, Yahya juga berani memutuskan pindah haluan setelah melihat kenyataan dan pengalaman yang dia rasakan. "Berdasarkan pengalaman saya dan didukung realita, saya mendukung AM," katanya. Bagi Yahya, AM, dibanding kandidat yang lain tentunya, yang paling mampu membawa perahu PD tetap jaya di Pemilu 2014 mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu diamini oleh pakar politik dari Fisip UI, Andrinof Chaniago. Menurut bekas ketua Senat Mahasiswa Fisip UI 1987-1988 ini, AM memiliki kekuatan untuk tetap mempertahankan kejayaan PD dalam pemilu. Begini pandangan lengkapnya, "Bagi partai politik dan politisi, citra dan penguasaan substansi sama-sama diperlukan. AM
toh tidak hanya akan mengandalkan keunggulan popularitas di hadapan pemilih potensial, tetapi juga siap membawa konstituen berjalan mengikuti cita-cita asli Partai Demokrat. Oleh karena itu, AM tdk hanya akan menggunakan popularitas untuk memenangkan PD di 2014, tetapi juga membuat cita pendirian PD dihayati oleh kader-kader dan konstituen PD." Tak heran, di arena Kongres, teriakan "AM, Aklamasi!" pun makin menggema.
(irw)
(adv/adv)