Dimuatnya iklan itu, ternyata dianggap sebuah kebohongan publik. "Itu sudah kebohongan publik, karena setelah di cek dan recek, tidak sesuai dengan fakta," tegas Solon Sihombing, pengurus DPP Partai Demokrat bidang politik. "Tindakan ini menimbulkan aib," tambahnya lagi.
Iklan pemuatan dukungan yang menampilkan foto-foto itu, katanya lagi, merupakan tindakan manipulasi dan pembohongan publik. "Jangan sampai peserta kongres terpengaruh oleh iklan yang tak sesuai dengan fakta itu," tegasknya. Solon pun memberi gambaran. "Masak ada foto Pak Subur Budisantoso disitu, ini sudah ngarang-ngarang," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eko dari DPC Pidie, Aceh Jaya, juga berkata serupa. Dia salah satu keyua DPC yang fotonya dipampang di iklan itu. "Tapi mereka tidak pernah konfirmasi memuat foto itu, padahal kami memilih AM," tandasnya. "Kami sangat tidak berkenan sekali," tambahnya. Bukan mereka saja. Jari Kurniato, ketua DPC Pati , Jawa Tengah, juga berkata serupa. "Kami ini mendukung AM, jadi foto itu tidak sesuai," tuturnya. Hadi, dari DPC Jakarta Utara, juga tak beda. "Iklan politik jangan jadi klaim akhir, kami yakin dan mendukung AM jadi Ketua Umum Demokrat," tukasnya. (irw) (adv/adv)











































