Memang, mulai pagi inilah pesta kaum Demokrat dimulai. Kongres II PD sendiri, bakal dibuka petang nanti. Tapi di kota kembang, suasana sejak pagi sudah membiru semua. Sepanjang pinggir jalan, baliho dan spanduk AM, membanjiri Bandung.
Begitu masuk ke Padalarang, kawasan tempat Kongres digelar, warna biru makin mendominasi. Hampir setiap jengkal, diisi spanduk dan ucapan untuk kongres, masyarakat demokrat ini. Tapi yang dominan, tetap saja spanduk dukungan buat AM, yang tegas ingin Menpora itu menang memimpin PD kedepan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berjalan kedepan, ruko yang biasanya tempat berdagang, ada satu buah yang disewa kubu Anas Urbaningrum. Dia menamakannya "posko" Anas juga. Tapi, didalamnya, sepi juga. Hanya jualan gorengan, dan berbagai makanan ringan saja.
Tapi ada yang mantap, persis didepan hotel, tempat Kongres berlangsung, sebuah kampoeng berdiri megah. Namanya "Kampoeng AM". Ini bukan tempat dagangan atau jualan. Tapi, tenda besar berdiri gagah, menjajakan pemanjaan buat yang datang kesana. Begitu masuk, setiap pengunjung disapa wanita cantik, dengan gaya Sunda. Kedalam lagi, segala jenis makanan tersaji. Dan, gratis lagi. Ada gorengan, durian, band hiburan, batagor, semua tersaji dengan gratis. Itu belum seberapa, bila anda lelah, refleksi gratis pun tersedia, lengkap dengan tukang pijitnya yang mahir, yang bukan biasa-biasa. Tak percaya? Datang saja kesana, nikmati sepuasnya.
Komentar pun berdatangan ramai. "Dari sisi ini saja, AM sudah layak menang dibanding kandidat lainnya, karena hanya dia yang memberi pelayanan maksimal buat rakyat dipesta rakyat demokrasi ini," tandas ketua umum Forum Harmoni Nusantara (Forsas), Survenov Sirait. "Bukan hanya menang, ini sih sudah layak aklamasi," Haryono Abdul Bari, ketua DPC Sampang, Madura, Jawa Timur. Willem Indey, ketua DPC Papua juga tak mau kalah. "Iya memang layak sekali," ujarnya.(irw) (adv/adv)











































