Sang Demokrat Sejati

Jelang Kongres II PD

Sang Demokrat Sejati

- detikNews
Jumat, 21 Mei 2010 11:26 WIB
Sang Demokrat Sejati
Jakarta - Ungkapan sang demokrat sejati mungkin sangat pas untuk ketua dewan pembina sekaligus pendiri partai Demokrat, SBY. Kiprahnya bukan hanya mendirikan, tetapi ia juga membesarkan Partai berwarna biru itu dengan keringatnya, hingga PD kini menjadi partai terbesar di nusantara.

Usia Demokrat boleh saja muda, tetapi partai asuhan SBY ini kini menjadi partai yang paling diperhitungkan di tanah air. Kongresnya keduanya yang baru akan diadakan tanggal 21 hingga 23 mei ini mampu menyedot perhatian publik. Pasalnya, pertarungan memperebutkan kursi ketua umum dalam kongres partai penguasa itu terlihat sangat imbang dan petarungnya pun merupakan kader-kader muda serta terbaik yang dimiliki Demokrat.

Publik berharap dalam kongres ini demokrasi Indonesia benar-benar dapat diamati oleh masyarakat secara langsung. Apakah demokrasi di tubuh demokrat hanya sebatas wacana atau memang benar-benar nyata. Salah satu hal yang menjadi perhatian konstituen Demokrat khususnya dan rakyat Indonesia umumnyauntuk mengukur demokrasi di internal partai itu adalah keberpihakan presiden SBY terhadap salah satu kandidat. Jika SBY berpihak atau terang-terangan mengintervensi pemilihan ketua umum dengan menyatakan secara terbuka dukungannya kepada salah satu calon di muka umum, maka citra SBY sebagai seorang demokrat sejati akan sangat tercoreng. Keberpihakan SBY pada salah satu calon tentu sangat tidak sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi. Ketika SBY memutuskan untuk tidak menjaga netralitasnya, artinya SBY tidak membiarkan DPC untuk menyatakan pendapatnya dengan bebas. Hal tersebut dikemukakan Valina Singka Subekti, pengamat politik sekaligus direktur program pasca sarjana Ilmu Politik UI. "Kalau SBY intervensi, DPC tidak akan dapat menyatakan pilihannya dengan bebas" papar Valina. Netralitas SBY dalam pemilihan ketua umum PD akan membuktikan pada publik bahwa presiden kita merupakan sosok yang bijak dan tidak meng-anakemas-kan salah satu kandidat, serta tidak membiarkan pertarungan kader terbaiknya dinodai dengan ketidak seimbangan kontestannya karena keberpihakan sang demokrat. (adv/adv)


Berita Terkait