Ditanya mengenai kemungkinan menang dalam kongres yang tinggal hitungan hari itu, anas dengan santun menyatakan dirinya tetap optimis. Sebaliknya ketika ditanya mengenai tindakan yang akan diambilnya jika ia kalah dalam kongres mendatang, laki-laki yang menapak karier politiknya dari bawah itu menjawab "kalau saya kalah, saya tidak akan keluar dari Demokrat. Saya akan mendukung ketua terpilih, dan saya tidak akan keluar dari Demokrat. Demokrat adalah partai pertama dan terakhir dalam hidup saya".
Dari pernyataannya itu dapat kita lihat secara implisit loyalitas dan kebesaran jiwa Anas. Dalam bahasa yang berbeda, bintang terang dari Blitar ini tegas mengatakan dirinya tidak akan melakukan tindakan oportunis jika dirinya kalah dalam kongres II PD mendatang. Dia tidak akan keluar dari Demokrat dan masuk partai lain untuk memperoleh jabatan yang diinginkannya atau membentuk organisasi lain seperti politisi lain yang bertebaran di luar sana.
Tak banyak politisi yang berjiwa besar sepertinya, apa lagi di usia yang relatif muda. Ia mampu bersikap dan mengendalikan diri karena Anas sangat kaya dengan pengalaman organisasi. Hal tersebut diungkapkan Anies Baswedan. "dari sisi usia Anas memang muda, tapi pengalamannya sangat matang" ujuar intelektual yang masuk ke dalam jajaran 20 tokoh yang mengubah dunia 20 tahun kedepan.
Demokrat dan bangsa ini butuh pemimpin seperti AU. Tokoh muda yang berpolitik dengan gagasan, bukan kemasan. Sosok yang berjiwa besar dan siap dengan segala kemungkinan. Ia mengutamakan proses bukan hasil akhir, dan komitmennya terhadap demokrasi serta kebinekaan amatlah tinggi. Ialah tokoh yang tidak akan berhianat.
(adv/adv)











































