Buku ini membuktikan bahwa Anas bukanlah sekadar politisi yang tidak melandasi tindakannya dengan teori politik. Ia adalah intelektual organik yang dilengkapi dengan pengalaman sebagai aktivis dan pengetahuan intelektual. Wajar saja demikian, jika kita melihat rekam jejak anak desa Ngaglik ini maka kita akan mendapati sosok politisi muda yang lengkap. Ia adalah mantan ketua organisasi mahasiswa berskala nasional yang juga merupakan lulusan terbaik ilmu politik Universitas Airlangga.
Latar belakang tersebut menjadikan kita paham akan produktivitasnya yang tinggi dalam kancah akademis, meskipun kini kita mengenal Anas sebagai seorang politisi dari partai terbesar di Indonesia. Buku buah karya Anas yang ke-sepuluh ini menggambarkan dengan jelas lika-liku kemenangan Demokrat dan SBY pada kali ke tiga pemilu demokratis di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anas yang juga mantang anggota KPU ini dalam bukunya memaparkan dengan apik mengenai perilaku pemilih di Indonesia. Hal tersebut diamini oleh ahli peneliti utama LIPI, Siti Zuhro. "buku ini bisa menjadi pelajaran bagi partai dan para politisi tentang selera publik politik Indonesia" kata siti mengenai buku karya Anas. Komentar positif mengenai buku tersebut juga diungkapkan Andrinof Chaniago. Ia mengatakan buku karya Anas menyadarkan partai dan caleg akan pentingnya cara-cara kampanye modern.
(adv/adv)











































