"Survei kan bisa apa katanya yang pesen aja sih," tandas Haryono yang biasa disapa Gus Yono ini. Hasilnya, sambungnya, kan mesti disaring lebih dulu. "Siapa yg tahu kalau memang jawaban sebenarnya seperti itu?" tambahnya. "Konstituen kan tidak tahu karakter Anas yang sebetulnya, dia itu sok santun, semua orang tahu kok," Gus Yono lagi.
Gus Yono ini bukan orang sembarangan. Dia adalah ketua DPC PD dari Sampang, Madura, merasa berita yang dilansir kubu Anas itu, membuat dia semakin berani melontarkan pertanyaan. "Apa sih yang sudah dilakukan Anas selama 6 bulan di PD, kok dia berani maju jadi ketua umum?" ujarnya tegas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan fakta itu, sambungnya, jangan bilang Anas mau memimpin PD se-Indonesia "Memimpin 148 orang anggota fraksi di DPR saja belum bisa," tandasnya. "Saya akan tanya itu dulu, kemana dia bawa 148 anggota Fraksi PD selama 6 bulan ini? Tidak usah bicara kasus Century sajalah, itu sudah jelas telak sekali, tapi selama 6 bulan, kemana dia bawa 148 orang itu?" Gus Yono lagi.
Belum puas, dia melanjutkan. Anggota DPRD Jawa Timur ini pun kecewa dengan banyaknya lontaran pernyataan dari kubu Anas soal PD kedepan. "Ada yang ngomong kedepan Demokrat mesti melepaskan dari ketergantungan SBY, nggak mungkinlah!" katanya keras. SBY dan PD, lanjutnya, tidak bisa dipisah. "Yang tahu cita-cita, pemikiran, dan roh PD itu adalah SBY, bagaimana mau dipisahkan?" tukasnya. "Apa Anas tahu cita-cita itu? Belum tentu," tegasnya. Beda halnya, dia melanjutkan, dengan AM. "AM itu 5 tahun jadi jubir SBY dan sukses," terangnya. AM-lah, yang tahu SBY tidak suka begini, dia senang begitu, "Itu hanya AM yang tahu," terangnya. Tak heran, SBY pun memberi sinyalemen untuk mendukung AM. Lewat keterlibatan Ibas, tentunya. "Dia satu-satunya putera SBY yang terjun ke politik, apa ada seorang ayah membiarkan anaknya salah jalan?" ujarnya. (adv/adv)











































