Namun, disisi lain, upaya untuk menggagalkan AM ternyata terus dilancarkan. Sejak AM mendeklarasikan diri, 28 Maret 2010 lalu, memang aroma pihak luar yang ingin menjegal AM sudah terasa. Kejadian 24 April 2010 dalam sebuah seminar politik di bilangan Cikini, Jakarta, tentu tak bisa dilupakan begitu saja. Saat itu, sekelompok orang menggelar diskusi, gambar wajah AM dijadikan keset kaki. Setiap peserta seminar yang datang, otomatis menginjak-injak foto itu. Mirisnya lagi, wajah AM dalam sebuah foto terlihat ditombak. "Mereka telah memperlakukan dengan keji dan nista. Siapa pun pelakunya layak dikecam," tukas Ramadhan Pohan, sekretaris tim pemenangan AM.Β Β "Kita hormati perbedaan pendapat dan demokrasi. Tapi apa yang dilakukan di Cikini sangat memprihatinkan," tambah anggota Komisi I DPR ini.
Bukan itu saja. Seiring waktu berjalan, AM dan tim pun terus menggalang dukungan ke berbagai daerah. Tapi serangan kampanye hitam tak berhenti mendera. Di jejaring sosial facebook, acount "Dukung Andi Mallarangeng Jadi Ketua Umum Partai Demokrat", sering diisi postingan yang bernada menghina AM. Tak sedikit bahkan yang mengolok-olok secara kasar. Di ajang diskusi online beberapa portal berita, banyak yang membuat tema dengan mendiskreditkan AM secara vulgar sekali. Tekanan bertubi-tubi itulah yang disadari betul oleh AM dan timnya. "Sejak awal memang kita terus dilanda serangan kampanye hitam, tapi apa kita teriak-teriak?" tutur Panangian Simanungkalit, koordinator infokom tim pemenangan AM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT











































