Banyak Pihak Yang Berupaya Gagalkan AM Jadi PD-1

Kongres II Partai Demokrat

Banyak Pihak Yang Berupaya Gagalkan AM Jadi PD-1

- detikNews
Rabu, 19 Mei 2010 13:38 WIB
Jakarta - Kongres II Partai Demokrat sudah didepan mata. Dukungan terhadap Andi Mallarangeng pun makin menggunung. Sejumlah daerah sudah bertekad memilih AM secara aklamasi. Maklum, "Dukungan yang sudah kami kantongi sampai saat ini mencapai 86 persen," tegas Nachrowi Ramli, ketua tim pemenangan "AM for PD-1" Minggu (16/05) lalu. Beberapa pengamat politik juga berani menyimpulkan posisi AM sudah diatas angin, dibanding kandidat lainnya.

Namun, disisi lain, upaya untuk menggagalkan AM ternyata terus dilancarkan. Sejak AM mendeklarasikan diri, 28 Maret 2010 lalu, memang aroma pihak luar yang ingin menjegal AM sudah terasa. Kejadian 24 April 2010 dalam sebuah seminar politik di bilangan Cikini, Jakarta, tentu tak bisa dilupakan begitu saja. Saat itu, sekelompok orang menggelar diskusi, gambar wajah AM dijadikan keset kaki. Setiap peserta seminar yang datang, otomatis menginjak-injak foto itu. Mirisnya lagi, wajah AM dalam sebuah foto terlihat ditombak. "Mereka telah memperlakukan dengan keji dan nista. Siapa pun pelakunya layak dikecam," tukas Ramadhan Pohan, sekretaris tim pemenangan AM.   "Kita hormati perbedaan pendapat dan demokrasi. Tapi apa yang dilakukan di Cikini sangat memprihatinkan," tambah anggota Komisi I DPR ini.

Bukan itu saja. Seiring waktu berjalan, AM dan tim pun terus menggalang dukungan ke berbagai daerah. Tapi serangan kampanye hitam tak berhenti mendera. Di jejaring sosial facebook, acount "Dukung Andi Mallarangeng Jadi Ketua Umum Partai Demokrat", sering diisi postingan yang bernada menghina AM. Tak sedikit bahkan yang mengolok-olok secara kasar. Di ajang diskusi online beberapa portal berita, banyak yang membuat tema dengan mendiskreditkan AM secara vulgar sekali. Tekanan bertubi-tubi itulah yang disadari betul oleh AM dan timnya. "Sejak awal memang kita terus dilanda serangan kampanye hitam, tapi apa kita teriak-teriak?" tutur Panangian Simanungkalit, koordinator infokom tim pemenangan AM.

Nachrowi juga sudah mewanti-wanti. "Kami yakin itu dilakukan pihak luar (PD), mereka banyak yang ingin AM gagal jadi ketua PD," tandasnya lagi. "Karena kalau AM yang pimpin, PD akan bertambah besar dan makin kuat," urainya. Pengamat politik Charta Politika, Yunarto Wijaya, punya analisa tersendiri. "Sudah pasti oposisi lebih menginginkan Anas dibanding Andi," ucapnya siang tadi (17/05). Oposisi, katanya, memiliki kepentingan untuk untuk memunculkan ketua PD yang bisa main dua kaki. Kalau AM, katanya, sudah jelas merupakan bemper SBY. "AM itu dikenal tidak pernah mau kompromi, agresif, terutama untuk menghalau serangan-serangan dari oposisi," ujarnya lagi. Sementara Anas, lanjutnya, cenderung memakai jalan tengah, kompromistis terhadap oposisi. "Sudah pasti oposisi akan dekati, dukung Anas yang cenderung untuk kepentingan mereka," tegasnya. AM, lanjut Yunarto lagi, dia pasti tidak mau politik dagang sapi dengan oposisi. "Karena dia sangat tegas dan setia dengan SBY," tuturnya lagi (detik.com,17/05) (adv/adv)


Berita Terkait