"survey ini dilakukan dengan metode wawancara telepon dengan 229 ketua DPD dan DPC partai Demokrat se-Indonesia pada tanggal 8 hingga 11 Mei 2010" papar Barkah Pattimahu, Direktur KCI. Survey KCI memperlihatkan bahwa kebanyakan dari DPC dan DPD Demokrat belum menentukan pilihannya, padahal kongres II PD sudah tinggal hitungan hari.
Lima puluh sembilan koma dua persen responden yang merupakan ketua DPC dan DPD Demokrat se-Indonesia mengatakan belum menentukan siapa yang akan dipilihnya sebagai ketua umum. Sedangkan, dari 40,8 persen yang telah menentukan pilihannya, paling banyak memilih Anas Urbaningrum, lalu disusul Marzuki Alie dan paling sedikit memilih Andi Mallarangeng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua-ketua DPD dan DPC memiliki preferensi berdasarkan informasi tersebut. Dengan kata lain mereka telah memiliki kedewasaan politik. Mereka tak lagi silau dengan popularitas calon yang diraih melalui baliho, tapi lebih cermat untuk memilih tokoh yang dipandangnya mampu membawa Demokrat menjadi partai yang modern dan kuat.
Sosok Anas yang sederhana dan tidak reaktif menanggapi serangan kubu lain menjadikan pria asal Blitar itu memiliki nilai lebih di mata ketua DPC PD. Selain itu, kehadiran sosok muda dengan gagasan konkret dan visi yang jelas untuk membesarkan PD dengan jalan penguatan DPC memang sangat didambakan oleh para kader PD di daerah. Itu sebabnya, tidak mengherankan jika Anas meraih suara tertinggi versi survey KCI.
Tak sedikit nada sinis yang mengatakan survey ini adalah pesanan kubu Anas, tetapi hal terseut tidaklah benar. Spekulasi miring tersebut segera dibantah oleh tim sukses AU, Benny K Harman. "nama lembaga dan bahan surveynya saja kami tidak tahu" jawab Benny ketika ditanya apakah survey ini pesanan kubu AU.
(adv/adv)











































