PD Sebagai Partai Tengah : Cuma AM Yang Punya Konsep Jelas

Kongres II Partai Demokrat

PD Sebagai Partai Tengah : Cuma AM Yang Punya Konsep Jelas

- detikNews
Rabu, 19 Mei 2010 08:33 WIB
PD Sebagai Partai Tengah : Cuma AM Yang Punya Konsep Jelas
Jakarta - Jadi ketua umum Partai Demokrat (PD), tentu tak bisa sembarangan. Karena tidak bisa dipungkiri, PD kini menjelma jadi partai terbesar di tanah air. "Makanya ketua umum pun mesti punya konsep yang jelas," tandas Vera Febiyanti, anggota DPR asal Fraksi Demokrat ketika dihubungi malam tadi (18/05). Menurutnya, dari tiga kandidat yang ada, hanya Andi Mallarangeng-lah yang memiliki konsep nyata soal visi PD kedepan. "Kayaknya hanya dia yang menegaskan bahwa Demokrat sebagai partai tengah, menjunjung tinggi pluralisme dan menampung semua golongan," tegasnya lagi. Kandidat lainnya, sambungnya, dia merasa justru tak pernah dengar mereka menyinggung hal itu. Faktor inilah yang membuat Vera bulat mendukung AM.

Selain itu, tambah Vera lagi, sosok AM tak bakal "malu-maluin" bila bersanding dengan ketua umum dari parpol lainnya. "Dia bisa disejajarkan dengan ketua umum parpol lainnya, karena kemampuannya tak kalah, justru dia punya kelebihan juga," ujarnya. Vera pantas berkata demikian. Pasalnya di parpol raksasa lain, sang ketua umumnya rata-rata memiliki popularitas dan sepak terjang yang tak biasa saja. Di Partai Golkar ada Aburizal Bakrie, PAN dikomandai Hatta Rajasa, Hanura dikomandani Wiranto, Prabowo di Gerindra, Megawati Soekarnoputri yang tetap menjadi ketua umum PDI Perjuangan, termasuk pula Suryadharma Ali yang jadi imamnya PPP. "AM bisa melebihi mereka semua, dari kandidat yang ada, cuma AM yang tak kalah dibandingkan tokoh-tokoh itu," sambungnya lagi. Ditambah lagi PD merupakan partai besar. "Jadi jangan sampai nantinya ketua umum malah membuat partai ini ambruk, makanya jangan salah pilih," tukasnya lagi.

Vera pun tak segan membayangkan seandainya PD dipimpin Marzuki Alie atau Anas Urbaningrum. "Mereka juga punya kelebihan memang, tapi AM yang paling cocok," kata puteri pendiri PD, Vence Rumangkang ini lagi. Vera memang tak asal bicara. Dia beralasan, kecerdasan dan ketangkasan AM sudah bisa diuji siapa saja. AM, sambungnya, tipe politisi yang sangat responsif dalam setiap menghadapi persoalan. "Kalau lamban, untuk apa?" tukasnya lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, tandas anggota DPR Komisi XI ini lagi, AM juga orangnya tidak gampang diintervensi oleh kelompok lain". Namun, "Kepatuhannya terhadap SBY sudah teruji selama enam tahun sukses menjadi jubir. Dia mampu menterjermahkan pemikiran-pemikiran SBY dengan baik," terangnya. Beda halnya dengan kandidat lainnya. "Kedekatannya dengan SBY sangat jauh dibanding AM. Mereka hanya dekat karena hubungan pekerjaan saja," tambahnya.

Makanya, Vera hanya menganjurkan kepada seluruh kader PD mendukung AM. Sinyal SBY, sambungnya, sudah jelas mengarah ke AM karena adanya dukungan Ibas, para menteri Kabinet Indonesi Bersatu dan elit-elit PD yang semuanya mendukung AM. "Kader-kader Demokrat harus patuh dan setia pada sinyalemen itu, sinyalemen itu harus bisa diinterpretasikan langsung," tambahnya. (adv/adv)


Berita Terkait