Selain itu, tambah Vera lagi, sosok AM tak bakal "malu-maluin" bila bersanding dengan ketua umum dari parpol lainnya. "Dia bisa disejajarkan dengan ketua umum parpol lainnya, karena kemampuannya tak kalah, justru dia punya kelebihan juga," ujarnya. Vera pantas berkata demikian. Pasalnya di parpol raksasa lain, sang ketua umumnya rata-rata memiliki popularitas dan sepak terjang yang tak biasa saja. Di Partai Golkar ada Aburizal Bakrie, PAN dikomandai Hatta Rajasa, Hanura dikomandani Wiranto, Prabowo di Gerindra, Megawati Soekarnoputri yang tetap menjadi ketua umum PDI Perjuangan, termasuk pula Suryadharma Ali yang jadi imamnya PPP. "AM bisa melebihi mereka semua, dari kandidat yang ada, cuma AM yang tak kalah dibandingkan tokoh-tokoh itu," sambungnya lagi. Ditambah lagi PD merupakan partai besar. "Jadi jangan sampai nantinya ketua umum malah membuat partai ini ambruk, makanya jangan salah pilih," tukasnya lagi.
Vera pun tak segan membayangkan seandainya PD dipimpin Marzuki Alie atau Anas Urbaningrum. "Mereka juga punya kelebihan memang, tapi AM yang paling cocok," kata puteri pendiri PD, Vence Rumangkang ini lagi. Vera memang tak asal bicara. Dia beralasan, kecerdasan dan ketangkasan AM sudah bisa diuji siapa saja. AM, sambungnya, tipe politisi yang sangat responsif dalam setiap menghadapi persoalan. "Kalau lamban, untuk apa?" tukasnya lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Makanya, Vera hanya menganjurkan kepada seluruh kader PD mendukung AM. Sinyal SBY, sambungnya, sudah jelas mengarah ke AM karena adanya dukungan Ibas, para menteri Kabinet Indonesi Bersatu dan elit-elit PD yang semuanya mendukung AM. "Kader-kader Demokrat harus patuh dan setia pada sinyalemen itu, sinyalemen itu harus bisa diinterpretasikan langsung," tambahnya. (adv/adv)











































