Kisah itu diceritakan Melanie Leimena Suharli, wakil ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). "Andi itu sosok yang sangat perduli dengan kaum perempuan," katanya. Melani pun bercerita lagi. Kala tahun 2009 lalu, dia masih menjabat sebagai Sekjen Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI). "AM banyak membantu dan selalu menghadiri acara yang kami adakan, itu bukti dia sangat perduli gender," terangnya.
AM yang perduli gender itu, "Bisa jadi keuntungan besar buat Demokrat untuk Pemilu 2014 nanti," terangnya lagi. Kenapa? "Karena kaum perempuan itu adalah pemilih yang sangat fanatik," tukasnya. Apalagi, lanjutnya, ibu-ibu apabila mengidolakan satu figur, dipastikan tak akan berpindah ke lain hati. "AM itu tokoh yang digemari ibu-ibu, jadi bisa mendongkrak suara Demokrat agar makin berkuasa lagi," Melani lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, kembali ke Ambon lagi, pas jam makan siang, AM itulah yang mencairkan suasana. Di tengah seluruh pejabat pusat dan daerah, AM mengajak seluruhnya makan dengan menggunakan bahasa Ambon. "Mari katong makang..(ayo kita makan)" kata AM, cair sekali. "AM itu, di daerah mana dia berada, dia mampu menjadi orang daerah itu, itu kelebihan yang luar biasa," ujarnya lagi.
Satu lagi, kata Melanie lagi, AM itu juga sosok yang sangat menghargai senioren. "Dia kalau memberi kata sambutan, pasti selalu menyebutkan nama-nama senior lebih dulu, itu sebuah penghargaan sekali," tuturnya. Karena, bagi Melani sangat jarang dia menemui orang yang memberi penghormatan tinggi buat seniornya. "Makanya AM sangat cocok memimpin Demokrat," tukasnya. (irw) (adv/adv)










































