Konstituen PD Inginkan AU Ketua Umum

Jelang Kongres II PD

Konstituen PD Inginkan AU Ketua Umum

- detikNews
Selasa, 18 Mei 2010 16:00 WIB
Konstituen PD Inginkan AU Ketua Umum
Jakarta - Para pemilih Partai Demokrat menginginkan ketua umum Demokrat yang akan dipilih saat kongres II Demokrat tanggal 21-23 Mei mendatang memiliki karakter sikap dan karakteristik kerja seperti presiden SBY. Hal itu terungkap dari jajak pendapat KOMPAS terhadap 705 responden yang berdomisili di 57 kota di seluruh Indonesia.

Hasil jajak pendapat tersebut memperlihatkan figur SBY masih menjadi faktor utama bagi masyarakat dalam memilih partai Demokrat. Dari jajak pendapat itu pula terungkap bahwa massa PD di akar rumput memandang kualitas pengurus partai Demokrat masih belum maksimal. Artinya kinerja pengurus partai yang bersentuhan langsung dengan pemilih belum cukup baik di mata konstituen. Karena dua hal tersebut, tidak mengherankan jika pemilih PD menginginkan sosok yang mirip SBY untuk memimpin partai ini.

Melihat kelemahan dan nilai lebih PD di mata publik tersebut, nampaknya Demokrat membutuhkan ketua umum yang mempunyai visi dan program untuk menguatkan DPC, karena pengurus DPC lah yang bersentuhan langsung dengan massa akar rumput. Sosok yang hingga kini berteriak lantang soal penguatan DPC dan berjanji menjadikan DPC sebagai ujung tombak partai adalah Anas Urbaningrum. "Demokrat harus melakukan desentralisasi dan membangun struktur organisasi yang modern serta kaderisasi yang komprehensif, karena beban PD ke depan bukan hanya memenangkan Pemilu 2014, tetapi juga menjadi agregator politik bagi rakyat" papar Anas. Pernyataan tersebut menunjukan pria kelahiran Blitar ini memiliki visi menguatkan DPC agar pengurus PD tidak lagi dipandang memiliki kinerja yang lemah oleh konstituennya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anas dirasa paling tepat memimpin Demokrat, selain visinya yang jelas untuk menguatkan DPC, Anas juga memiliki karakteristik yang sangat mirip dengan tokoh sentral partai Demokrat, SBY. Anas dikenal sebagai sosok yang tenang dan tidak reaktif. "Anas itu sangat tenang, matang, tidak reaktif menghadapi sesuatu dan ia mau menyimak. Itu jarang sekali dimiliki oleh anak muda seusianya" kata Ryass Rasyid yang merupakan sahabat sekaligus guru bagi Anas yang juga senior AM di PDK dulunya. (adv/adv)


Berita Terkait