+ Bang apa tidak dengar isu bahwa ada money politics?
-Ya kalau dengar-dengar sih, saya juga dengar....
+Dengar dari mana?
-Ya dari DPC-DPC, mereka banyak mengeluh pada saya. Katanya ada mereka juga dikasih BB. Tapi BB apa saya sih nggak tahu.
+Kenapa tidak diambil tindakan?
-Lha wong belum ada bukti, kalau buktinya sudah ada pasti akan diambil tindakan…
+Apa sudah laporkan ke SBY?
-Sudah, saya sudah laporkan ke Ketua Dewan Pembina, SBY.
+Kubu mana yang lakukan itu, Sultan atau Ancol?
-Ya mungkin saja..saya juga belum bisa pastikan..
Wartawan tersenyum-senyum. Mereka riang kesenangan. "Seksi beritanya," bisik seorang wartawan. Hampir pukul 14.00 siang, acara bubar. Radityo beranjak pergi. Sepuluh menit berselang, selulernya berbunyi. Nada panggil menunjuk nama "Marzuki Alie". Radityo mengangkat, mereka berbicara. Laki-laki yang semula mencalonkan diri tapi kemudian bergabung dengan kubu Andi Mallarangeng (AM) itu pun berkisah, Marzuki menelponnya dengan nada agak marah. "Dia protes mengapa kok disebut-sebut main money politics?" ceritanya. Tapi, kala Marzuki emosi, Radityo tak mengerti betul maksudnya. "Saya tidak tahu apa yang diberitakan (wartawan), kalaupun komentar saya salah, ya nanti saya cabut..", ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Radityo menjelaskan. "Tak ada maksud saya memfitnah, karena saya tidak menyerang siapapun. Tidak ada menyebut nama siapapun. Saya memang dapat informasi dari DPC-DPC," ucapnya. Marzuki tentu tak pantas marah. Karena tak dia seorang kandidat ketua umum PD. Bila tak merasa, ya rileks saja. "Harusnya tak perlu dia kebakaran jenggot begitu," kata Panangian Simanungkalit, koordinator infokom Tim Pemenangan AM. Kandidat yang lain, sambungnya, toh adem ayem saja.
Yang jelas, Radityo memang tak menyasar tudingan itu buat seseorang. Dia hanya menyampaikan informasi yang diraihnya. Jauh-jauh hari, SBY sudah mewanti-wanti agar tak money politics, "Jika itu terjadi terus menerus, mau jadi apa bangsa ini kedepan," kata SBY seperti ditirukan Nachrowi Ramli, ketua tim sukses AM.
Tapi, sebelumnya wartawan sempat bertanya,
+Kenapa AM tidak lakukan hal yang sama (money politics-red)?
-Karena kita mengikuti arahan SBY, untuk apa kita melakukannya juga. (adv/adv)










































