DPR Demokrat Kecam Kandidat Yang Lakukan Kecurangan

Kongres II Partai Demokrat

DPR Demokrat Kecam Kandidat Yang Lakukan Kecurangan

- detikNews
Senin, 17 Mei 2010 17:00 WIB
DPR Demokrat Kecam Kandidat Yang Lakukan Kecurangan
Jakarta - Sekitar 10 anggota DPR dari Fraksi Demokrat mengecam tindakan seorang kandidat yang terlihat curang untuk menuju PD-1. Siang tadi di Restoran Pulau Dua, Jakarta (17/05), mereka membeberkan modus kecurangan tersebut. "Ada laporan sepuluh ketua DPC dari Jawa Tengah, mereka hendak bersilaturahmi dengan AM, tapi dihalang-halangi," cerita Radityo Gambiro, salah satu Pengurus Pusat DPP PD, siang tadi. Para DPC itu, kata Radityo, semula diundang oleh Andi Mallarangeng (AM) untuk bersilaturahmi di Jakarta. "Tapi ketika diajak mereka rupanya di karantina. Bahkan dijanjikan barang (blackberry), uang dalam kisaran diatas puluhan juta rupiah," ujar Radityo lagi.

Tindakan demikian, terang saja menuai kecaman dari sepuluh anggota DPR dari Fraksi Demokrat. Siang tadi mereka kompak menggelar jumpa pers bersama di Jakarta. Mereka adalahΒ  Edy Ramli Sitanggang (Komisi III), Hari Kartana (Komisi I), Yus Kuswandono (Komisi VI), Amin Santoso (Komisi VIII), Subiakto (Komisi II), Sutarip Tulis Widodo (Komisi V), Paula Sinjal (Komisi I), Adjeng Ratna Suminar (Komisi I), I Wayan Gunastra (Komisi IX) dan Ramadhan Pohan (Komisi I).

Radityo menambahkan, apa yang dilakukan seorang kandidat itu terhadap DPC-DPC pendukung AM, menunjukan tidak pahamnya demokrasi. "Jadi agak aneh kalau ada yang teriak-teriak selamatkan demokrasi di Partai Demokrat namun tidak bisa implementasi," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu Ramadhan berujar, pihaknya tidak akan mengkarantina DPC dan tidak akan melakukan intimidasi. "Kami di tim AM tak mengarantina dan intimidasi. Kami juga tak larang mereka untuk bertamu ke pihak lain," ujar sekretaris Tim Pemenangan "AM For PD-1" itu.

Pandangan serupa diuraikan pengamat politik Charta Politika, Yunarto Wijaya. Menurutnya, posisi saat ini AM sudah berada diatas angin. "Sebelum kongres digelar, sebenarnya sudah selesai untuk AM, karena dia didukung penuh keluarga Cikeas," katanya. Satu-satunya yang bisa membalikkan keadaan, sambungnya, hanyalah perintah SBY. "Bila SBY memerintahkan untuk berbalik mendukung Anas, hanya itu caranya biar dia bisa menang," tukasnya lagi. Selain itu, ujarnya lagi, money politics-lah cara lain untuk membalikkan keadaan.

Pertanyannya, Yunarto lagi, bila melihat dari sisi keuangan, justru kubu AM yang paling mungkin lakukan money politics, tapi ini malah sebaliknya. "Angelina (Sondakh) tim sukses Anas keberatan atas metode e-voting dalam kongres, ini kan aneh," urainya. Justru, kubu AM tidak merasa keberatan sama sekali. "Karena bila pakai e-voting, money politics akan susah dilakukan," tukasnya. "Kok kubu Anas yang takut e-voting?" Yunarto lagi.

Padahal, SBY tidak mengkhendaki money politics dalam Kongres nanti. "Jika itu terjadi terus menerus, mau jadi apa bangsa ini kedepan," kata SBY seperti ditirukan Nachrowi Ramli, ketua tim sukses AM. Tak heran, Ramadhan pun berani menegaskan, "Selamatkan PD dari money politics, kalau tidak ada kecurangan AM pasti menang!!" (irw)
(adv/adv)


Berita Terkait