Jakarta - Kemarin (16/5) kandidat Ketua Umum Partai Demokrat membuktikan diri sebagai tokoh pluralis dan mampu menyatukan kelompok yang secara politik dan ideologi berseberangan.
Hal ini ditunjukan dengan kehadiran tokoh-tokoh politik seperti Eva Kusuma Sundari dan Maruarar Sirait dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Ahmad Mubarok serta Benny K Harman dari Partai Demokrat pada acara pidato kebudayaan "Membangun Budaya Demokrasi" di Jakarta, hari ini.
Dalam pembukaan acara tersebut Direktur Program Freedom Institute Hamid Basyaib mengungkapkan bahwa sejak pertama kenal, Anas selalu mengutamakan dialog dan persahabatan. "Anas seorang nasionalis dan mencintai pluralisme. Tak heran jika lawan pun sangat segan pada Anas," ujar Hamid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu anggota tim pemenangan Anas mengatakan, Anas sangat mengutamakan dialog untuk menjaga ketentraman politik. "Dalam konteks mendukung kerja Ketua Koalisi yaitu Bapak Presiden Susilo Bambang Yuhoyono, Anas menjalankan tugasnya untuk tetap berdialog dengan pihak-pihak yang berseberangan. Dengan demikian, visi dan tujuan baik dari koalisi bisa dipahami sebagai sebuah kepentingan untuk bangsa," ujar Saan.
(adv/adv)