Oposisi Lebih Inginkan Anas, Ada Apa?

Kongres II Partai Demokrat

Oposisi Lebih Inginkan Anas, Ada Apa?

- detikNews
Senin, 17 Mei 2010 13:46 WIB
Oposisi Lebih Inginkan Anas, Ada Apa?
Jakarta - Hujan hampir seharian mengguyur ibukota, Minggu (16/05) lalu. Tapi tak membuat langkah Maruarar Sirait surut. Dia tetap datang ke XXI Club, Jakarta Theatre. Sekira jam 1 siang, dia sudah berada disana. Kebetulan, ditempat itulah Anas Urbaningrum berpidato.

Lho, mau apa Maruarar datang kesana? Agak aneh memang. Karena dia politisi PDI Perjuangan. Dia sosok yang gemar "merongrong" pemerintahan SBY-Boediono. Lelaki itulah yang terus-terusan berbicara seolah bailout bank Century merupakan kesalahan pemerintah. Maruarar pula yang menggagas Tim 9 membentuk Pansus Century. Dia juga yang kemudian menggalang dukungan Hak Menyatakan Pendapat di DPR, dengan tujuan memakzulkan pemerintahan. Tapi, siang itu, dia mengaku sengaja diundang Anas ke acara itu.

Memang, ternyata Maruarar tak kecewa. Kala Anas berpidato, dia dibuat sumringah. Pasalnya, Anas menyebutnya beberapa kali. Bahkan Anas mengutip omongan Maruarar itu. "….istilah Pak Ara (Maruarar), patronase itu melahirkan generasi pelapor, bukan pelopor…" ucap Anas dari depan podium. Sontak, ucapan itu mengundang gelak tawa orang-orang yang hadir. Masih belum puas, Anas pun menyebut nama Maruarar lagi. "Masih menurut Ara,…sayangnya sosok pelapor seringkali menang dalam pertarungan politik, sementara pelopor justru belum tentu menang…"

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Itu belum cukup. Sebelum itu, bahkan Anas mengagungkan Megawati Seokarnoputri, ketua umum PDI Perjuangan. ….Ibu Megawati pun di Kongres PDIP Bali mengatakan bahwa politik uang betul-betul menunjukkan pragmatisme…"

Pengamat politik Charta Politika, Yunarto Wijaya, menjawab teka-teki itu. "Sudah pasti oposisi lebih menginginkan Anas dibanding Andi," ucapnya siang tadi (17/05). Oposisi, katanya, memiliki kepentingan untuk untuk memunculkan ketua PD yang bisa main dua kaki. Kalau AM, katanya, sudah jelas merupakan bemper SBY. "AM itu dikenal tidak pernah mau kompromi, agresif, terutama untuk menghalau serangan-serangan dari oposisi," ujarnya lagi. Sementara Anas, lanjutnya, cenderung memakai jalan tengah, kompromistis terhadap oposisi. "Sudah pasti oposisi akan dekati, dukung Anas yang cenderung untuk kepentingan mereka," tegasnya. AM, lanjut Yunarto lagi, dia pasti tidak mau politik dagang sapi dengan oposisi. "Karena dia sangat tegas dan setia dengan SBY," tuturnya lagi.

Tak heran, Nachrowi Ramli, ketua tim sukses "AM for PD-1" mengeluh soal banyaknya upaya agar AM gagal jadi PD-1. "Banyak yang intervensi dari segala sisi, mereka cuma ingin AM gagal, karena dibawah AM, Demokrat akan bertambah kuat," ujarnya.

Yang jelas, di hari Minggu itu, kala Anas tengah bersenda gurau dengan Maruarar, AM malah terbang menuju stadion Bukit Jalil, Malaysia. Sebagai Menpora, dia duduk dipinggir lapangan, memberi semangat buat pebulutangkis kita di Piala Thomas. Walau Kongres tinggal sepekan, AM lebih memilih menjalankan tugas negara, ketimbang berpidato politik ria. (irw) (adv/adv)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads