Burhanudin Muhtadi, peneliti senior Lembaga Survei Indonesia (LSI), mengungkapkan pandangan matanya bahwa SBY bakal mendukung AM. "Di detik-detik terakhir, SBY bisa saja secara eksplisit memberikan dukungannya kepada Andi Mallarangeng dan dukungan itu tentu akan diikuti para peserta kongres," tegasnya kepada wartawan di Jakarta (13/05) lalu. Menurutnya, secara simbolik sebenarnya SBY sudah memberikan dukungannya dengan menempatkan putranya, Eddhie Baskoro atau Ibas, serta sejumlah orang dekatnya di kubu AM.
Selain itu, lanjutnya, sejumlah tokoh penting yang merupakan orang-orang dekat SBY juga tidak hadir pada deklarasi Anas Urbaningrum, tokoh yang mencoba mencalonkan diri juga."Sikap SBY itu bisa dipahami, karena kalau ia memberikan dukungan kepada salah satu kandidat, bisa merusak citranya karena selaku Ketua Dewan Pembina menjadi tidak netral," terangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Justru, sambungnya, hal lain yang akan menentukan pada detik-detik terakhir yang tidak bisa dipungkiri adalah faktor politik uang (money politics) saat pemilihan yang sangat mungkin terjadi. "Itu yang mesti diwaspadai," tukasnya. Sejatinya hal demikian memang juga disadari betul oleh kubu AM. "Bila tak ada money politics, bila tak ada kecurangan, AM pasti menang," tutur Ramadhan Pohan, sekretaris Tim Pemenangan AM.
Sementara itu, Tim sukses Anas Urbaningrum, Ahmad Mubarok mengakui kalau uang ikut bermain dalam Kongres II PD di Bandung. Mubarok mengatakan, sah-sah saja jika calon ketum memberikan uang pengganti transpor dan konsumsi kepada DPC-DPC (detik.com, Minggu 16/05).
Padahal, SBY tidak mengkhendaki money politics dalam Kongres nanti. "Jika itu terjadi terus menerus, mau jadi apa bangsa ini kedepan," kata SBY seperti ditirukan Nachrowi. (irw) (adv/adv)










































