Anas Janjikan DPC PD Jadi Ujung Tombak Partai

Jelang Kongres II PD

Anas Janjikan DPC PD Jadi Ujung Tombak Partai

- detikNews
Minggu, 16 Mei 2010 15:19 WIB
Anas Janjikan DPC PD Jadi Ujung Tombak Partai
Jakarta - Partai Demokrat merupakan salah satu partai baru yang lahir di era reformasi. Lebih mencengangkan lagi, PD bahkan berhasil menyalip perolehan suara partai lama yang telah mapan seperti Golkar atau PDIP. Untuk bisa mempertahankan kemenangan itu Anas berjanji akan lebih memanjakan DPC PD jika terpilih menjadi ketua umum PD.

"Kemenangan PD dalam pemilu kemarin harus dipertahankan dengan sekuat tenaga. Mas Anas berjanji akan memprioritaskan DPC jika dipercaya memimpin PD," kata Tim Anas, Saan Mustofa kepada detikcom, Minggu (16/5/2010).

Menurut anggota Komisi III DPR ini, dalam sejarah berdirinya Partai Demokrat (PD), partai yang identik dengan warna biru itu dibentuk oleh tokoh-tokoh yang ada di Jakarta. Akibatnya, PD sempat mengalami kendala untuk jaringan di tingkat lokal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, sistem partai yang terpusat membuat para kader PD terutama di DPC-DPC hanya diperhatikan ketika menjelang Kongres, Pemilu dan Pemilukada. "Keadaan yang demikian tentu bukanlah kondisi ideal bagi partai yang ingin melangkah menjadi partai kuat dan modern," paparnya.

Saan melanjutkan, sebagai calon ketua umum PD, Anas memiliki gagasan untuk membuat kiprah DPC tidak terbatas pada tiga hal tersebut. Anas ingin pengurus partai di tingkat lokal juga harus dilibatkan dalam pengambilan keputusan partai.

"Partai Demokrat harus melakukan desentralisasi dan membangun struktur organisasi yang modern serta kaderisasi yang komprehensif, karena beban PD ke depan bukan hanya memenangkan Pemilu 2014, tetapi juga menjadi agregator politik bagi rakyat" papar Saan yang menirukan Anas.

Dengan bekal sebagai politisi paling berpengaruh tahun 2009 versi Charta Politika itu, Anas yakin gagasannya mempertahankan kemenangan PD tersebut akan tercapai jika DPC benar-benar diberdayakan. DPC PD tidak dipandang sebelah mata dan dihargai sebagai ujung tombak partai dalam melakukan kaderisasi dan menyerap aspirasi konstituen.

"Kondisi ideal itu tidak mungkin diwujudkan oleh orang yang tidak memiliki pengalaman memimpin organisasi berskala nasional dan tidak visioner. Anas adalah figur yang tepat untuk menjalankannya karena ia merupakan sosok yang pernah memimpin organisasi besar dengan struktur yang kurang lebih sama," puji Saan.

Anas juga dinilai memiliki nilai tambah yang tidak dimiliki kader lain termasuk Andi Mallarangeng. Anas dinilai lebih memiliki komunikasi politik yang baik dengan DPC-DPC mengingat Anas sebelumnya menduduki posisi ketua bidang politik dan otonomi daerah di PD. "untuk urusan kepemimpinan, pengalaman dan visi, Anas jauh lebih baik meskipun secara usia Andi jauh lebih tua" Papar Benny K Harman. (adv/adv)


Berita Terkait