Inilah Konsep AM Membuat PD Makin Perkasa

Kongres II Partai Demokrat

Inilah Konsep AM Membuat PD Makin Perkasa

- detikNews
Minggu, 16 Mei 2010 09:25 WIB
Inilah Konsep AM Membuat PD Makin Perkasa
Jakarta - Partai Demokrat (PD) kini menjelma jadi parpol terbesar di tanah air. Pemenang pemilu dengan perolehan 21 persen suara. Tapi sayang, kemenangan itu ternyata tak cukup menahan badai serangan dari sejumlah pihak lain. Di DPR, PD memiliki 143 anggota, tapi belum mampu menguasai Senayan. "Ini bukan the ruling party (partai penguasa)," tandas anggota Dewan Pembina PD, Hayono Isman di Jakarta (11/05) lalu. Hayono berasalan, dengan jumlah anggota terbanyak, justru PD tak bisa menguasai parlemen. Justru dia menilai kinerja FPD di periode sebelumnya masih lebih baik dibanding periode sekarang. "Padahal, DPR periode 2004-2009 Fraksi Demokrat hanya berjumlah 56 orang," tukasnya. "Tapi kini dengan jumlah lebih banyak, Demokrat malah keteteran menghadapi manuver-manuver di parlemen," terangnya lagi.

Kondisi itu, Hayono menilai merupakan kelemahan dari Ketua FPD, Anas Urbaningrum. "Anas ditempatkan sebagai Ketua Fraksi tidak dilihat dari pengalamannya di DPR tapi diharapkan dia bisa learning by doing. Tidak menutup bahwa akibat hal itu, kami kalah manuver di parlemen," tuturnya.

Fakta demikian itulah yang membuat sosok Andi Mallarangeng mesti turun tangan. Dia pun bertekad memimpin PD kedepan. Kandidat terkuat ini sudah memiliki banyak ancang-ancang untuk makin memperkokoh partai besutan SBY ini. "Kalau bisa kedepan Demokrat mesti menang diatas 30 persen, agar tak lagi goyang tertopang badai," ucapnya kala mendeklarasikan diri, 28 Maret 2010 lalu di Wisma Proklamasi, Jakarta. Sejak tahun 2009 lalu, kata Andi, PD telah menjadi partai terbesar dengan perolehan 21 persen. "Tapi kemenangan segitu ternyata belum cukup memberikan kekuatan untuk menahan badai," ujar AM kala mendeklarasikan dirinya maju menuju PD-1, 28 Maret 2010 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andi terlalu muluk-muluk? Ternyata tidak. Dia ternyata sudah jauh-jauh hari memikirkan resepnya. "Demokrat harus semakin memantapkan diri sebagai partai tengah," katanya. Dengan jadi partai tengah, sambungnya, kita memilih sebuah strategi elektoral yang cerdas dan tepat. Ekstrimisme, di kiri maupun dikanan, memang terkadang terdengar lantang, tapi jumlahnya selalu minimal. "Justru di posisi partai tengah itu terdapat jumlah pemilih terbanyak," tukasnya lagi. "Pilihan itulah yang membuka PD tetap mayoritas," sambung AM yang juga mantan sekretaris umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fisipol, UGM ini.

Partai tengah, lanjutnya, juga sebuah partai modern. "Kita telah mendengar konsep modernisasi yang digagas Bapak Presiden SBY, modernisasi ini memang sudah waktunya diwujudkn agar kinerja partai lebih dinamis," terangnya. Tak heran, sejak AM mendeklarasikan konsepnya itu, dukungan untuknya menjadi PD-1 makin tak terbendung. Karena konsepnya yang cerdas itulah, tak sedikit pihak yang menginginkan AM untuk dipilih secara aklamasi di Kongres II, 21-23 Mei 2010 nanti. (irw) (adv/adv)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads