Kondisi itu, Hayono menilai merupakan kelemahan dari Ketua FPD, Anas Urbaningrum. "Anas ditempatkan sebagai Ketua Fraksi tidak dilihat dari pengalamannya di DPR tapi diharapkan dia bisa learning by doing. Tidak menutup bahwa akibat hal itu, kami kalah manuver di parlemen," tuturnya.
Fakta demikian itulah yang membuat sosok Andi Mallarangeng mesti turun tangan. Dia pun bertekad memimpin PD kedepan. Kandidat terkuat ini sudah memiliki banyak ancang-ancang untuk makin memperkokoh partai besutan SBY ini. "Kalau bisa kedepan Demokrat mesti menang diatas 30 persen, agar tak lagi goyang tertopang badai," ucapnya kala mendeklarasikan diri, 28 Maret 2010 lalu di Wisma Proklamasi, Jakarta. Sejak tahun 2009 lalu, kata Andi, PD telah menjadi partai terbesar dengan perolehan 21 persen. "Tapi kemenangan segitu ternyata belum cukup memberikan kekuatan untuk menahan badai," ujar AM kala mendeklarasikan dirinya maju menuju PD-1, 28 Maret 2010 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Partai tengah, lanjutnya, juga sebuah partai modern. "Kita telah mendengar konsep modernisasi yang digagas Bapak Presiden SBY, modernisasi ini memang sudah waktunya diwujudkn agar kinerja partai lebih dinamis," terangnya. Tak heran, sejak AM mendeklarasikan konsepnya itu, dukungan untuknya menjadi PD-1 makin tak terbendung. Karena konsepnya yang cerdas itulah, tak sedikit pihak yang menginginkan AM untuk dipilih secara aklamasi di Kongres II, 21-23 Mei 2010 nanti. (irw) (adv/adv)











































