Tapi itu bukan tugas gampang. "Bung Hatta pernah berkata, we stand on the shoulder of giants, bukan tugas mudah melanjutkan sebuah karya besar dari seorang tokoh besar," ucapnya. Tak heran, ucapan dan visi AM ini menuai banyak dukungan buatnya. Jumlah dukungan yang sudah dikantonginya pun telah mencapai 86 persen, walau Kongres II PD masih sepekan lagi.
Disisi lain, sangat disayangkan, seorang tokoh muda yang mencoba mencalonkan diri jadi PD-1 juga, memiliki konsep yang sebaliknya. Seperti banyak ditulis berbagai media, tokoh itu sempat menuangkan pemikiran bahwa PD kedepan mesti menghilangkan ketergantungan partai dari nama besar SBY. Bila hal itu nyata adanya, tentu sangat riskan sekali buat PD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tudingan lebih keras datang dari Haryono Abdul Bari, Ketua DPC Kabupaten Sampang, Madura. "Saya sangat tidak sepakat, SBY yang paling tahu cita-cita Demokrat, jangan dipisahkan seenaknya," tegasnya. "Jangan baru menjadi pengurus pusat, sudah sok-sok mau merubah fondasi partai, apa sih yang sudah diberikannya buat Demokrat?" ujarnya dengan nada emosi.
Di mata AM juga demikian. "Salah besar kalau ada orang bilang ingin membesarkan partai dengan memisahkan Partai Demokrat dari SBY. Itu salah besar," kata AM kala di Medan, Sabtu (24/4). AM sekali lagi menegaskan, partai besar selalu lahir dari pikiran dan gagasan-gagasan besar dari tokoh besar pendirinya. PD tidak bisa dipisahkan dari gagasan dan pikiran besar pendirinya, yakni SBY. "Kita ingin melaksanakan modernisasi partai, dengan melanjutkan gagasan dan pikiran-pikiran besar yang berdasarkan gagasan dan pikiran pendirinya, yakni SBY," ujarnya (irw). (adv/adv)











































