Sejak itulah, Rachland dikenal sebagai aktivis pembela HAM. Dia ikut mengusut misteri kematian Munir itu. Dia juga salah satu orang yang duduk sebagai Tim Pencari Fakta (TPF) buat menguak misteri meninggalnya suami Suciwati itu. TPF itu bentukan Presiden SBY, 20 Desember 2004 lalu. TPF inilah yang kemudian banyak menggiring pengungkapan kasus kematian Munir, hingga ke pengadilan.
Tapi, sebulan belakangan, Rachland terlihat sering mondar mandir di "Proklamasi", sebutan akrab buat posko tim Andi Mallarangeng (AM). Mau apa Rachland di "Proklamasi"? "Saya mendukung Bang Andi Mallarangeng jadi ketua umum Demokrat kedepan," tandasnya. Lho, mengapa AM? "Andi termasuk orang yang banyak membantu perjuangan kami di TPF kasus Munir, dia juga aktivis HAM," ujarnya memberi alasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia pun mengaku, kiprahnya di dunia politik, memang ingin dimulai dari Demokrat. "Saya memilih Partai Demokrat dan Bang Andi figur yang pas untuk saya dukung menjadi ketua umum kedepan," tukasnya tegas. "Dunia politik adalah level berikut dari cara saya mewujudkan komitmen pada demokrasi dan hak asasi manusia. Tak ada yang berubah dari prinsip itu," katanya saat ditemui, Jumat (14/5) lalu.
Nah, untuk mewujudkan langkahnya itu, Rachland menambatkan perjuangannya mengusung AM. Bukan kandidat lainnya, Anas Urbaningrum atau Marzuki Alie. "Bang Andi, bukan yang lain, yang hanya menyatakan akan memimpin Partai Demokrat menjadi partai tengah, jangkar politik bagi pluralisme" katanya memberi alasan.
So, dari berbagai sisi, memang AM layak jadi ketua umum. 86 persen dukungan sudah dikantonginya. Desakan AM di pilih aklamasi memang sudah tak terhindari lagi. Rachland pun senang bila itu terjadi. "Karena akan memudahkan perjuangan," tambahnya. (irw) (adv/adv)











































