Dia menilai, dukungan Ibas, putera Presiden SBY, jadi simbolisasi dukungan SBY dan keluarga Cikeas terhadap AM. Ibas, katanya lagi, jadi faktor penting yang menentukan siapa pimpinan masa depan partai berlogo bintang mercy tersebut. Yunarto memaparkan, ada beberapa pertimbangan di balik dukungan keluarga Cikeas kepada sosok AM. Pertama, kapasitas AM sudah teruji saat menjadi juru bicara Presiden dan Menpora. "Sebelumnya Andi juga teruji karena pernah jadi anggota KPU dan pengamat politik, dan banyak lagi atribut yang membuktikan kemampuannya," ujarnya.
Kedua, AM dikenal sebagai loyalis SBY yang sejati. "Faktor loyalitas dan kedekatan ini jadi pertimbangan penting buat SBY, sehingga mereka punya chemistry yang klop," kata Yunarto. Loyalitas ketua umum kepada SBY, imbuhnya, menjadi isu sensitif lantaran SBY dimungkinkan tak bisa lagi maju sebagai capres pada 2014. "Maka SBY butuh orang kepercayaan seperti Andi yang bisa membesarkan partainya," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi, dimata kedua pengamat itu, duet Andi-Anas merupakan pasangan yang paling ideal untuk memimpin Demokrat kedepan. "Seandainya bisa, Anas mengalah jadi Sekjen, daripada maju namun justru menimbulkan perpecahan partai," sarannya. Duet Andi-Anas disebut ideal, kata Yunarto, karena karakter keduanya bisa saling melengkapi. "Andi yang agresif sangat pas jika berpasangan dengan Anas yang karakternya defensif. Itu paduan yang bagus untuk membesarkan Demokrat di masa mendatang," tuturnya.(irw) (adv/adv)











































