"Kami prihatin dan khawatir atas indikasi-indikasi bahwa institusi yang berwenang menunjukkan gelagat tak independen. Cenderung memihak salah satu kandidat," katanya dalam jumpa pers di sekretariat Mega-Prabowo Media Centre Jln. Prapanca Raya, Jakarta, Kamis (18/6).
Prabowo menjelaskan, sesuai dengan pengumuman yang disampaikan KPU, jumlah pemilih (baca: daftar pemilih tetap - DPT) dalam Pilpres 8 Juli mendatang meningkat jika dibandingkan dengan jumlah pemilih pada Pemilu Legislatif. Namun, anehnya, jumlah TPS justru dikurangi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada pers, Prabowo mengaku telah secara resmi menyampaikan penolakan atas pengurangan jumlah TPS tersebut ke KPU. Namun demikian, hingga sekarang tak beroleh tanggapan.
Karena itulah, Prabowo berjanji akan mendatangi KPU untuk menyampaikan kerisauannya tersebut. "Sebab, ini seharusnya tak boleh terjadi. Ini membahayakan masa depan demokrasi," ujarnya. (adv/adv)










































