Dalam jumpa pers di Sekretariat Mega-Prabowo Media Centre Selasa (16/6) kemarin, Sekum Timkamnas Mega-Prabowo, Fadli Zon, menduga pelarangan itu akibat adanya intervensi terhadap stasiun-stasiun televisi.
"Stasiun-stasiun TV dihambat untuk menayangkan iklan kami, karena tidak berkenan dengan fakta-fakta ekonomi yang dikemukakan. Sensor seperti ini tak dapat diterima di alam demokrasi seperti sekarang," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iklan tersebut berisi fakta-fakta dan berdasar angka-angka yang akurat, termasuk harga-harga kebutuhan rumah tangga dan sembako yang meningkat sangat tajam sejak 2004," bebernya.
Yang aneh, ungkap Wakil Ketum Partai Gerindra tersebut, alasan dari stasiun TV yang menolak menayangkan iklan 'Harga' adalah karena tidak boleh mengkritisi pemerintah.
"Mungkin bukan kehendak TV, tapi ada intervensi. Padahal, materi iklan semuanya hasil riset dan dengan identitas yang jelas serta data-data yang akurat. Jadi, bukan black campaign. Apalagi iklan itu sudah lolos sensor LSF," tandasnya.
Meski demikian, Fadli masih bersyukur lantaran masih ada satu stasiun TV yang berani meyangkan iklan 'Harga', yaitu Indosiar. "Mungkin Indosiar tak takut intervensi," ujarnya. (adv/adv)











































