Dukungan FKPK-Indonesia ini diwujudkan dalam sebuah deklarasi yang dilangsungkan di Gedung Joeang Jakarta. "Melalui pengamatan dan telaah kritis, persoalan krisis multidimensi termasuk krisis pluralitas bisa diatasi oleh Prabowo Subianto sebagai figure problem solving," tegas Robert Sianturi, koordinator Nasional FKPK-Indonesia.
Kaum muda Kristiani menilai saat ini masyarakat Indonesia menghadapi krisis identitas kebangsaan, sehingga kemartabatan sebagai bangsa yang berdaulat dan merdeka dalam kehidupan masyarakat dunia telah terkikis oleh
neokolonialisme dan neoliberalisme.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Haryanto Taslam, selaku Koordinator Persatuan Pendukung Prabowo atau yang lebih dikenal dengan Pandu Prabowo mengungkapkan bahwa bergabungnya FKPK-Indonesia patut diapresiasi, karena bukan sebuah rekayasa, tetapi sebuah pergulatan pemikiran, baru kemudian kaum muda ini menentukan pilihan ke pasangan Mega-Prabowo.
Haryanto Taslam mengakui bahwa banyak pihak yang kecewa karena Prabowo tidak berhasil lolos untuk menjadi capres, namun sesuai kesepakatan dengan PDI-Perjuangan, Prabowo akan diberi mandat yang lebih besar yaitu mengurusi
bidang ekonomi. "Jadi ini satu pemikiran dengan FKPK-Indonesia agar persoalan bangsa seperti kemiskinan, mengikis neokolonialisme dan neoliberalisme," tegas Hartas panggilan akrab Haryanto Taslam.
Hartas juga mengatakan pada tahun 2014, PDI-Perjuangan dan Partai Gerindra sepakat mengusung Prabowo sebagai calon Presiden. (adv/adv)











































