Kaum Muda Kristiani Siap Menangkan Mega-Prabowo

Warta No. 1

Kaum Muda Kristiani Siap Menangkan Mega-Prabowo

- detikNews
Selasa, 09 Jun 2009 17:33 WIB
Kaum Muda Kristiani Siap Menangkan Mega-Prabowo
Jakarta - Kaum Muda Kristiani sepenuhnya mendukung pasangan Mega-Prabowo dalam pilpres  mendatang. Masalah pemiskinan identitas dan erosi kebangsaan menjadi  persoalan serius bagi kaum muda Kristiani yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pemuda Kristen Indonesia atau FKPK-Indonesia. Karena itu mereka bertekad memenangkan duet Mega-Prabowo sebagai Presiden dan Wakil Presiden untuk memperbaiki bangsa ini.

Dukungan FKPK-Indonesia ini diwujudkan dalam sebuah deklarasi  yang  dilangsungkan di Gedung Joeang Jakarta. "Melalui pengamatan dan telaah  kritis, persoalan krisis multidimensi termasuk krisis pluralitas  bisa diatasi  oleh Prabowo Subianto sebagai  figure problem solving," tegas  Robert Sianturi, koordinator Nasional FKPK-Indonesia.

Kaum muda Kristiani menilai  saat ini masyarakat Indonesia menghadapi  krisis identitas kebangsaan, sehingga kemartabatan sebagai bangsa yang  berdaulat dan merdeka dalam kehidupan masyarakat dunia telah terkikis oleh
neokolonialisme dan neoliberalisme.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Visi ekonomi Prabowo yang sangat pro kebutuhan rakyat dengan menentang neoliberalisme, membuat kami bersuara bulat dukung Prabowo," imbuh Sianturi.

Sementara itu Haryanto Taslam, selaku Koordinator Persatuan Pendukung  Prabowo atau yang lebih dikenal dengan Pandu Prabowo mengungkapkan bahwa  bergabungnya FKPK-Indonesia  patut diapresiasi, karena  bukan sebuah rekayasa, tetapi sebuah pergulatan pemikiran, baru kemudian kaum muda ini menentukan pilihan ke pasangan Mega-Prabowo.

Haryanto Taslam mengakui bahwa banyak pihak yang kecewa karena Prabowo tidak  berhasil lolos untuk menjadi capres, namun sesuai kesepakatan dengan  PDI-Perjuangan, Prabowo akan diberi mandat yang lebih besar yaitu mengurusi
bidang ekonomi. "Jadi ini satu pemikiran dengan FKPK-Indonesia agar persoalan  bangsa seperti kemiskinan, mengikis neokolonialisme dan  neoliberalisme," tegas Hartas panggilan akrab Haryanto Taslam.

Hartas juga mengatakan pada tahun 2014, PDI-Perjuangan dan Partai Gerindra  sepakat mengusung  Prabowo  sebagai calon Presiden. (adv/adv)



Berita Terkait