Demikian ditegaskan oleh Direktur Lingkar Studi Madani, Ray Rangkuti, di sela-sela diskusi sayap PDI Perjuangan dan Partai Gerindra di Sekretariat Taruna Merah Putih, Jakarta, Rabu (3/6).
Menurut Ray, pasangan SBY-Boediono memang memiliki keuntungan sebagai incumbent. Tetapi, bekal keuntungan yang sama juga dikantongi kandidat lain. JK yang nota bene Wakil Presiden juga maju sebagai capres menggandeng Wiranto. Persaingan akan berlangsung sengit. Ray pun mengingatkan deklarasi pasangan Mega-Prabowo jangan dianggap remeh. "Pasca 1999, lautan manusia di Bantar Gebang, luar biasa," ujar aktivis anti utang ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Ray mengatakan bahwa SBY terpaksa berkali-kali sibuk menanggapi sejumlah isu. Karenanya, kesempatan untuk fokus berkampanye terganggu. "Itu, sudah terjadi sejak isu Boediono neolib yang dilempar Amien Rais," kata aktivis LSM ini. Apalagi pasca hak angket digulirkan DPR, peta koalisi bergeser. Katanya, "Kita lihat PKS dan PAN tidak bergerak sama sekali." (adv/adv)











































