Serikat Buruh BUMN Dukung Prabowo

Warta Gerindra

Serikat Buruh BUMN Dukung Prabowo

- detikNews
Jumat, 03 Apr 2009 08:39 WIB
Serikat Buruh BUMN Dukung Prabowo
Jakarta - Aliansi Serikat Pekerja BUMN Anti Privatisasi (Alkatras) secara resmi mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden mendatang. Dukungan terhadap Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini disampaikan oleh Ahmad Daryoko, Presiden Alkatras di Jakarta, Kamis (2/4).

"Setelah menimbang para capres yang ada, melihat visi dan programnya, ternyata yang paling jelas memperhatikan masalah BUMN hanya Pak Prabowo. Jadi kami sepakat mendukung beliau sebagai presiden dan mernyerukan kepada anggota Alkatras untuk memenangkan Partai Gerindra dalam Pemilu," ujar Ahmad Daryoko yang juga Ketua Serikat Pekerja PLN.

Dukungan bagi Prabowo tersebut juga tertuang jelas dalam pernyataan tertulis mereka. "Kami Alkatras yang terdiri dari 90 serikat pekerja BUMN dengan ini mendukung program capres Prabowo Subianto untuk menjadikan BUMN sebagai lokomotif dan tonggak kebangkitan ekonomi. Untuk itu mengajak keluarga besar karyawan BUMN beserta keluarganya untuk menyalurkan aspirasi politiknya melalui Partai Gerindra dalam Pemilu 2009."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sehari sebelumnya pernyataan tersebut ditandatangani secara simbolis pada sebuah prasasti oleh para perwakilan dari 90 serikat pekerja perusahaan negara usai acara seminar "BUMN Untuk Rakyatยก" yang diselenggarakan oleh Alkatras di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (1/4).

Selama seminar berlangsung, pimpinan aliansi ini tak henti-hentinya memuji program aksi yang ditawarkan Partai Gerindra. Mereka merasa aspirasinya terwakili dalam program tersebut, khususnya sikap partai itu terhadap kebijakan privatisasi BUMN.Pekikan "Privatisasi No, BUMN Yes, Gerindra Yes, Prabowo Presiden" bergema di ruang seminar.

"Selama sepuluh tahun terakhir ini, selama masa reformasi ini, kami tidak melihat ada partai politik dan pemimpin nasional yang visioner. Begitu melihat program Gerindra dan visi Pak Prabowo, ada isyarat visioner yakni nasionalisme ekonomi yang pro rakyat," imbuh Daryoko.

(adv/adv)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads