Soal Budidaya Aren, Pemerintah Tak Responsif

Warta Gerindra

Soal Budidaya Aren, Pemerintah Tak Responsif

- detikNews
Kamis, 26 Feb 2009 07:56 WIB
Soal Budidaya Aren, Pemerintah Tak Responsif
Jakarta - Hasyim Djojohadikusumo menilai pohon aren yang banyak tumbuh di Indonesia merupakan pohon ajaib. Selain bisa diolah menjadi gula aren dan kolang-kaling, pohon tersebut juga bisa diproses menjadi ethanol -- bahan bakar nabati yang ramah lingkungan.

"Kualitas ethanol dari aren lebih baik dibanding yang berasal dari tebu atau sawit," katanya saat berdialog dengan masyarakat Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, beberapa waktu lalu.

Karena manfaatnya yang luar biasa itu, menurut Hasyim, aren semestinya dibudidayakan. Apalagi, pohon tersebut mudah tumbuh, bahkan akan tumbuh lebih baik jika di sekitarnya ditanam pohon lain alias dengan sistem tumpang sari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika berjuta hektar lahan menganggur ditanami pohon aren dan tumpang sari lainnya, maka ethanol yang dihasilkan bisa digunakan sendiri, dan kelebihannya dijual kepada perusahaan-perusahaan energi internasional," kata Hasyim.

Perusahaan internasional Shell, lanjut pengusaha sukses yang kini masuk dalam jajaran Dewan Pembina Partai Gerindra itu, membutuhkan 15 juta ton ethanol per tahun.

Hasyim mengaku telah melontarkan gagasan itu ke pemerintah 2 tahun lalu. "Tapi tak begitu mendapat tanggapan," katanya. (adv/adv)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads