Di Ponpes Genggong, Probolinggo, sambutan bahkan terasa amat istimewa. Ribuan santri berjajar mulai dari pintu masuk hingga lapangan di depan aula - tempat berlangsungnya acara.
Seluruh pengasuh Ponpes Genggong dan ratusan kyai dari Kabupaten dan Kota Probolinggo - di antaranya KH Muhamad Hasan Saiful Islam, KH Hasan Abdil Bar, KH Hasan Hafini Maulaya, dan Gus Jon - juga turut serta menyambut kehadiran mantan Pangkostrad itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wajar kalau ada istilah republik mimpi. Bagaimana tidak, Indonesia 60% petani. Tapi dari total anggaran APBN yang berkisar Rp 1.000 triliun, anggaran untuk pertanian hanya Rp 16 triliun, atau 1,6 % saja," katanya disambut tepuk tangan riuh.
Sementara di Jember, Prabowo bertemu dengan para kyai dan pengurus PCNU eks Karesiden Besuki - mencakup Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi.
Dalam kesempatan itu, Prabowo sekaligus didaulat untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung perpustakaan Balai Latihan dan Pendidikan NU (Baladika NU) di Jl. Tampaksiring, Sumbersari.
Gedung perpustakaan itu diberi nama "Sumitro Djojohadikusumo" yang tak lain adalah nama ayah Prabowo.
"Pemberian nama ini sebagai salah satu penghargaan NU kepada begawan ekonomi Indonesia. Karena NU juga bergerak dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat," ujar Wakil Ketua PW NU Jatim KH Abdullah Syamsul Arifin.
Prabowo berjanji akan menyumbang buku-buku untuk perpustakaan sekaligus membantu pembangunan gedung.
(adv/adv)











































