"Negara-negara barat saat ini sedang getol membeli perusahaan swasta. Istilahnya menasionalisasi. Anehnya Indonesia justru menjual perusahaan negara," kata dia saat menjadi pembicara pada diskusi bersama wartawan di Gerindra Media Centre (GMC), Rabu (18/2).
Tekad pemerintah itu, menurut Kwik, patut dipertanyakan. Sepintas, penjualan BUMN itu terlihat prosedural. Namun, di balik itu, sebenarnya keinginan menjual BUMN tak lepas dari berbagai kepentingan. "Keinginan menjual BUMN dilandasi oleh korupsi, diperintah oleh asing, dikendalikan oleh asing,β tegasnya.
Β
Para pendukung privatisasi beralasan, selama ini BUMN tidak efisien dan merugi. Jika perusahaan negara itu dipertahankan, maka akan membebani anggaran negara. Sementara jika dikelola swasta, perusahaan dikelola secara profesional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harapan Kwik, perusahaan-perusahaan vital atau tidak vital tapi mendatangkan keuntungaan, harus dikuasai dan dikendalikan oleh pemerintah. (adv/adv)











































