Soal Penjualan BUMN, Kwik Melihat Kejanggalan

Warta Gerindra

Soal Penjualan BUMN, Kwik Melihat Kejanggalan

- detikNews
Kamis, 19 Feb 2009 18:33 WIB
 Soal Penjualan BUMN, Kwik Melihat Kejanggalan
Jakarta - Mantan Menko Ekuin Kwik Kian Gie melihat adanya ironisme terhadap kebijakan yang diambil pemerintah terkait dengan rencananya untuk meneruskan penjualan sejumlah BUMN.

"Negara-negara barat saat ini sedang getol membeli perusahaan swasta. Istilahnya menasionalisasi. Anehnya Indonesia justru menjual perusahaan negara," kata dia saat menjadi pembicara pada diskusi bersama wartawan di Gerindra Media Centre (GMC), Rabu (18/2).

Tekad pemerintah itu, menurut Kwik, patut dipertanyakan. Sepintas, penjualan BUMN itu terlihat prosedural. Namun, di balik itu, sebenarnya keinginan menjual BUMN tak lepas dari berbagai kepentingan. "Keinginan menjual BUMN dilandasi oleh korupsi, diperintah oleh asing, dikendalikan oleh asing,” tegasnya.
Β 
Para pendukung privatisasi beralasan, selama ini BUMN tidak efisien dan merugi. Jika perusahaan negara itu dipertahankan, maka akan membebani anggaran negara. Sementara jika dikelola swasta, perusahaan dikelola secara profesional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi, kata Kwik, masalah yang melilit BUMN selama ini sebenarnya lebih karena persoalan manajemen yang banyak diintervensi oleh elit politik. "Ada beberapa faktor objektif yang menjadi penyebab, seperti tidak adanya aturan main dan prinsip-prinsip manajemen seperti di perusahaan swasta," imbuhnya.

Harapan Kwik, perusahaan-perusahaan vital atau tidak vital tapi mendatangkan keuntungaan, harus dikuasai dan dikendalikan oleh pemerintah. (adv/adv)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads