Penegasan itu disampaikan Kwik saat menjawab pertanyaan wartawan dalam diskusi mingguan bertema 'Kepentingan di Balik Privatisasi BUMN' yang digelar Gerindra Media Centre (GMC) di sekretariat GMC Jln Prapanca No 39 Jaksel, Rabu (18/2).
'Kalau Prabowo jadi presiden, apa Pak Kwik siap mendampingi?' tanya wartawan. Kwik dengan tandas menjawab "Ya, saya bersedia, tapi sebagai penasihat. Mengingat usia saya sudah lanjut. Mesti tahu dirilah."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dengan privatisasi terhadap BUMN, Kwik menyatakan kebijakan itu sama saja dengan menjual aset kepada pihak asing. "Perusahaan-perusahaan yang vital maupun tidak vital tetapi menguntungkan, seharusnya dikuasai dan dikendalikan oleh pemerintah," katanya.
Kwik yakin, privatisasi hanya akan merugikan negara. Termasuk rencana penjualan Krakatau Steel dan perusahaan-perusahaan BUMN lainnya. "Yang pasti kita akan rugi besar," ujar Menko Perekonomian di era Pemerintahan Megawati itu. (adv/adv)











































