'Bayi Ajaib' untuk Perubahan

Warta Gerindra

'Bayi Ajaib' untuk Perubahan

- detikNews
Rabu, 18 Feb 2009 12:27 WIB
Bayi Ajaib untuk Perubahan
Jakarta - Prabowo Subianto berharap Partai Gerindra akan menjadi 'bayi ajaib' yang mampu mengubah keadaan bangsa yang timpang, akibat penerapan sistem ekonomi nasional yang kapitalistik. Untuk itu, ia mengajak para pendukungnya untuk bekerja keras menyongsong perubahan, dan mengakhiri ketidakadilan.

"Gerindra ibarat bayi kecil yang baru lahir. Pada 6 Februari baru genap satu tahun. Sehingga pantas jika partai ini terus tidak dianggap. Tetapi semakin tidak dianggap, Ia akan terus tumbuh dengan segala kekuatan yang dimilikinya, dan dengan didukung oleh kerja keras semua kader partai, pelan tapi pasti, Gerindra akan menjelma menjadi 'bayi ajaib' yang siap merubah keadaan,"" tandas Prabowo dalam kunjungannya ke Kota Kupang, beberapa waktu lalu.

Dilatari oleh rasa tanggung jawab sebagai seorang anak negeri, Prabowo bersama partai Gerindra, bertekad untuk merubah keadaan. Mengembalikan kedaulatan ekonomi kepada rakyat Indonesia yang menjadi pemiliknya sesuai dengan konsep ekonomi kerakyatan dalam UUD 1945.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Prabowo, menakar sebuah prestasi pembangunan ekonomi itu bukan soal indikator dan angka capaian yang dipatok para ekonom, tetapi soal benar tidaknya pembangunan ekonomi itu dijalankan.

"Kalau para pendiri negara ini -- yang telah bersusah payah merumuskan bentuk sistem perekonomian negara ini -- melihat apa yang terjadi saat ini maka mereka pasti sangat kecewa. Karena pembangunan ekonomi tidak lagi berdasarkan asas kekeluargaan. Negara ini sedang digerogoti oleh kapitalisme yang semakin sulit dikendalikan. Sehingga 50 tahun ke depan pun kita tetap akan begini," seru Prabowo.

Karena itu, untuk mengembalikan kedaulatan ekonomi kepada rakyat, Partai Gerindra bertekad maju dan berada di garis paling depan untuk mengubah keadaan.Β Β  "Saya belum pernah melihat partai lain yang berani mengatakan bahwa sistem perekonomian yang kita jalankan sekarang ini salah. Hanya Gerindra yang berani mengatakan itu. Dan karena itu, saya tidak ingin mengatakan bahwa oknum tertentu yang salah, tetapi soal sistemnya yang salah," tegas capres Partai Gerindra itu.

(adv/adv)


Berita Terkait