"Kalau ada pengusaha merampok kekayaan negara, kita wajib melawannya," tandas Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu di hadapan ribuan massa dalam pidato peringatan ulang tahun pertama Partai Gerindra di GOR Saburai, Bandarlampung, Minggu (15/2).
Pengusaha bandit, lanjut Prabowo, alih-alih memberi manfaat bagi rakyat, mereka justru menyedot sumberdaya terbesar, termasuk dana maupun cadangan devisa, dan sebagian di antaranya dilarikan ke luar negeri.
"Ada yang bilang Prabowo anti pengusaha dan pedagang. Tidak benar saya anti pengusaha, anti pedagang. Saya salut pada pengusaha yang benar, besih, dan memikirkan nasib rakyat," tandas Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) tersebut.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menjelaskan, saat ini rakyat miskin semakin banyak, sementara hanya sekelompok tertentu yang menjadi kaya. Hal ini, katanya, disebabkan pengelolaan ekonomi nasional salah dan menyimpang dari apa yang telah dirumuskan para pendiri bangsa.
"Dalam UUD 1945, sistem perekonomian Indonesia didasarkan kekeluargaan dan gotong-royong. Tapi sistem saat ini sudah menyimpang jauh. Gerindra akan mengembalikan ekonomi ke tangan rakyat," tandas Prabowo.
(adv/adv)











































