"Dana itu dihambur-hamburkan untuk hal yang tidak produktif," katanya di Jakarta belum lama ini.
Prabowo menegaskan, jika dana BLT yang jumlahnya triliunan rupiah dipakai untuk membuka sawah-sawah baru, maka bisa menciptakan lapangan pekerjaan yang besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Prabowo, pemberian BLT tidak akan mampu mengatasi masalah kemiskinan dan pengangguran. Data BPS menunjukan angka kemiskinan per Maret 2008 mencapai 34,96 juta atau 15,42 persen dari total penduduk Indonesia.
Sedangkan angka pengangguran hingga Februari 2008 telah mencapai 9,43 juta orang. International Labour Organization (ILO) memperkirakan jumlah pengangguran mengalami kenaikan sekitar 9 persen akibat krisis global.
Konsekuensi dari kebijakan yang salah itu, menurut Prabowo, pemenuhan hak-hak ekonomi, sosial dan budaya masyarakat, khususnya anggaran subsidi dan pelayanan sektor publik, terus memburuk.
Sebagaimana diketahui, sepanjang tujuh bulan di tahun 2008, jumlah BLT yang disalurkan kepada 19,1 juta rumah tangga miskin di Indonesia mencapai Rp 14,1 triliun.
(adv/adv)











































