"Semua negara yang ikut IMF ekonominya tambah parah. Terjadi ketergantungan," katanya saat presentasi di depan perwakilan BEM se-Indonesia, di Kampus Unpad Bandung, Rabu (11/2/2009) lalu.
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu menilai, IMF adalah alat politik dari suatu negara. Uang dipakai untuk mempengaruhi politik. Sementara yang punya suara paling kuat di IMF atau Bank Dunia adalah Amerika Serikat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika krisis ekonomi melanda Asia tahun 1997, pemerintah Indonesia meminta bantuan IMF. Salah satu resep kebijakan IMF adalah menutup 16 bank. Itu membuat masyarakat panik.
Selanjutnya, kata Prabowo, pemerintah mengucurkan dana triliunan rupiah untuk memperbaiki kecukupan modal pada bank bermasalah melalui obligasi rekap. Akibatnya pemerintah hingga kini berkewajiban membayar bunga dari obligasi itu sebesar Rp 430 triliun.
"Para elit Indonesia selalu mengekor Barat. Apa yang dilakukan Barat selalu dianggap benar, tanpa menyesuaikan dengan kondisi bangsa sendiri. Ternyata keliru. Repotnya mereka tidak mau mengakui kekliruan itu," tandasnya. (adv/adv)











































