Demikian disampaikan Prabowo Subianto dalam Semiloka Nasional yang diselenggarakan BEM se-Indonesia, di kampus Unpad, Bandung, Rabu (11/2).
"Ada sesuatu yang keliru dalam sistem ekonomi yang kita anut selama ini. Ekonomi kita sekarang - juga semasa Orde Baru - kebablasan. Sistem yang dianut pasar bebas yang tak terkendali. Kapitalisme tanpa kendali ternyata tidak membawa kesejahteraan," tandasnya.
Prabowo mengingatkan, Amerika sebagai sumber kapitalisme saja menyadari bahwa pasar yang tak terkendali tidak akan membawa kesejahteraan, justru mendatangkan kemelaratan. Tapi Indonesia malah menerapkan sistem ekonomi kapitalisme secara kebablasan.
"Ini harus diubah," kata Prabowo. Menurutnya, untuk negara yang belum maju seperti Indonesia, pemerintah harus jadi ujung tombak perkembangan ekonomi, sehingga intervensi terhadap pasar tetap diperlukan. Karena itu, ia akan memperjuangkan madzab UUD 1945 yang telah dirumuskan para pendiri bangsa.
"Kalau tidak, siapa pun pemimpin, partai mana pun, 100 tahun lagi, rakyat Indonesia tidak akan sejahtera. Sistemnya tidak membawa kesejahteraan, hanya menguntungkan segelintir manusia," tandasnya. (adv/adv)











































