DetikNews
Jumat 24 Oktober 2014, 00:00 WIB

Dirintis dari Nol, Metric Jadi Kitchen Set Terpercaya dari Generasi ke Generasi

- detikNews
Dirintis dari Nol, Metric Jadi Kitchen Set Terpercaya dari Generasi ke Generasi
Jakarta -

Merek kitchen set Metric mungkin tidak asing bagi sebagian besar warga Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Merek premium ini telah memenuhi kebutuhan furnitur dan interior dapur setiap keluarga Indonesia sejak 20 tahun lalu.

Showroom Metric dapat ditemui di berbagai kota seperti Jakarta, Tangerang, Bandung, Surabaya, Jogjakarta, Medan hingga Balikpapan. Desain dan kualitas Metric telah juga teruji premium sehingga saat ini produk-produk pun Metric selalu dicari pelanggan dari Sabang sampai Merauke.

Tidak mudah memang mempertahankan eksistensi usaha dan kepercayaan pelanggan hingga puluhan tahun. Namun, usaha yang dirintis oleh Satriadi Benggawan dan kedua rekannya Yeo Wen Han, dan Sylvia Lasarus di tahun 1994 ini berhasil.

“Kami memulai dengan jumlah tenaga kerja belasan, dengan showroom kecil. Awal merintis memang kami memposisikan Metric sebagai merek premium yang menyasar pasar menengah ke atas. Tidak mudah membangun kepercayaan. Tapi dengan loyalitas dan solidnya team serta kualitas yang selalu kita kedepankan, kita berhasil,” ujar Satriadi Benggawan.

Perjalanan usaha hingga sukses seperti saat ini memang tidak mudah. Banyak tantangan dan kesulitan yang dihadapi. Salah satunya, pandangan masyarakat bahwa dapur hanya tempat memasak dan mencuci piring saja. Bukan bagian penting yang harus dipercantik. “Kami lakukan proses edukasi mulai dari pameran-pameran furnitur, artikel di media cetak hingga beriklan di TV. Jujur sangat sulit dan butuh waktu lama,” lanjut Satriadi.

Tantangan lain datang dari guncangan krisis moneter yang menerpa perekonomian Indonesia pada tahun 1998. “Semua usaha saat itu susah. Termasuk kita. Tapi ternyata cobaan itu yang membuat kita belajar dan memacu semangat untuk berinovasi agar tetap eksis,” ujar Yeo Wen Han.

Mulai saat itulah Metric alih strategi untuk fokus di bidang ritel furnitur kitchen set dengan model knock down secara pabrikan. Kitchen set Metric bisa dirakit dan dilepas kembali. Setiap desain dapat disesuaikan atau dikustomisasi sesuai dengan bentuk dapur dan selera pelanggan. Model ini menjadi kelebihan Metric.

Metric kemudian berbenah di segi manajemen dan IT dengan menyewa jasa konsultan. Metric harus memiliki sistem yang dapat mendukung transformasi usaha menjadi usaha ritel. Tahun 2002, Metric dianugerahi ISO 9001. Sebuah standarisasi internasional di bidang sistem manajemen. Sepuluh tahun berjalan Metric mulai menapaki kesuksesan dan menjadi pemimpin pasar. Setelah mapan dengan produk kitchen set, kini Metric berekspansi ke produk lain yaitu wardrobe cabinet.

Metric di Tangan Generasi Penerus

Kini Metric memang masih berada di bawah kepemimpinan Satriadi, Wen Han dan Sylvia Lasarus sebagai perintis usaha. Sylvia kini fokus menangani bisnis Metric di Indonesia Timur. Namun kendali usaha sudah mulai diturunkan ke generasi kedua yaitu Jessica Benggawan, putri sulung Satriadi. Seusai menimba ilmu di Sidney, lalu melanjutkan di Beijing hingga memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) dan berkarir di negeri kangguru, wanita berparas cantik ini kembali ke Indonesia untuk terjun menangani Metric.

“Awal tahun ini tepatnya Januari 2014, saya mulai terlibat dalam Metric sebagai Internal Control & Business Development. Menurut saya meneruskan usaha keluarga adalah kebanggaan. Apapun jenis usahanya. Jadi, saya siap membantu,” ujarnya.

Warisan berupa prinsip dan etika bisnis yang sudah diterapkan di Metric sejak generasi pertama tidak ia lupakan meski gaya kepemimpinannya jelas berbeda dengan sang ayah. Ia mengajak seluruh karyawan untuk mengikuti motto ayahnya yaitu selalu berpikir positif dan terbuka menghadapi kritik, namun tidak sungkan untuk memberi pendapat dan saran perbaikan.

Sementara untuk urusan keuangan dan perbankan ia juga menyerahkannya pada bank yang sudah turun-temurun dipercaya keluarganya yaitu BCA. “Layanan BCA sudah dipakai ayah saya sejak awal rintis usaha. Saya pun sudah jadi nasabah BCA sejak masih sekolah. Jaringannya luas, layanannya nyaman dan mudah, lebih akrab dan bersahabat. Pelanggan juga kebanyakan punya rekening BCA jadi proses pembayaran lebih mudah kalau kita pakai BCA,” ujar Jessica.

Jessica mengaku saat ini ia masih harus banyak belajar dan mengamati apa saja kekurangan dalam perusahaan. Tujuannya untuk membuat rencana usaha ke depan dan langkah-langkah perbaikan. Untung saja banyak rekan-rekan yang sudah belasan tahun berada di perusahaan tersebut bersedia membantu dan mendukungnya. “Kalau ditanya saat ini apa yang sudah saya lakukan, masih belum bisa jawab. Pastinya saya ingin Metric tetap jadi market leader, terus eksis dan dipercaya,” tutur Jessica. BCA Terdaftar dan Diawasi OJK.

BCA Senantiasa di Sisi Anda


(adv/adv)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed