Marak Penipuan Tiket Konser, Penggemar BTS Indonesia Diminta Hati-hati

Marak Penipuan Tiket Konser, Penggemar BTS Indonesia Diminta Hati-hati

ABC Australia - detikNews
Rabu, 08 Jul 2026 15:03 WIB
Penggemar BTS di Indonesia antusias menyambut tur dunia boy band asal Korea Selatan tersebut. (Instagram: @bts.bighitofficial)
Penggemar BTS di Indonesia antusias menyambut tur dunia boy band asal Korea Selatan tersebut. (Instagram: @bts.bighitofficial)
Jakarta -

Sejumlah penggemar boy band asal Korea Selatan di Indonesia mengaku menjadi korban penipuan tiket konser, dengan kerugian mencapai jutaan rupiah.

BTS, atau Bangtan Boys, akan manggung di Jakarta pada 26 hingga 29 Desember 2026 nanti, sebagai bagian dari tur dunia mereka, bertajuk "ARIRANG".

Meski konsernya masih di akhir tahun, tiket konsernya sudah dijual sejak awal Juni lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika Nuansa Bening Difa Senja, akrab disapa Difa, ikut dalam war tiket tersebut pada hari pertama, ia terkejut ketika harus bersaing dengan setidaknya 500.000 orang lainnya.

Sebagai penggemar BTS sejak tahun 2019, Difa bertekad untuk mendapatkan tiket VIP, supaya bisa melihat semua idolanya secara langsung ketika sedang melakukan sound check.

Tadinya, ia sempat berpikir jumlah pembeli tiket akan menurun pada hari kedua, namun ternyata tidak.

Selain mengantre di situs pembelian tiket, Difa juga menggunakan layanan jastip untuk mendapatkan tiket VIP, tapi ia tetap gagal mendapat tiket.

"Tapi di dalam hati masih ngeyel, pengen lihat [BTS], itu ya manusia, enggak ada puasnya," kata Difa, asal Malang.

Difa tidak berhenti berusaha. Dua hari kemudian, ia mencoba mencari tiket VIP lewat aplikasi media sosial Threads dengan harga yang menurutnya masuk akal.

Ia kemudian menemukan sebuah akun yang mencantumkan harga tiket VIP di kisaran 6 hingga 8 juta rupiah, dan mengatakan tiketnya bisa dilunasi di Gelora Bung Karno.

"Pikiran saya, 'Oh, berarti ini oke, dia enggak bakal menipu yang gimana-gimana'," ujarnya.

Ia mengaku sempat ada rasa tidak percaya saat hendak membeli, namun kemudian memasukkan kontak milik orang tersebut di GetContact, untuk mengetes kecurigaannya.

Difa merasa yakin karena tidak menemukan nama yang aneh terkait dengan nomor tersebut.

"Dia sudah meyakinkan saya, surat kuasa sudah aman, dia juga mengirimkan foto KTP dia," ujar Difa.

"Jadi menurut saya ya sudahlah, berarti ini aman, akhirnya saya transaksi."

Difa lalu membayar uang uang muka sebesar Rp2 juta, melalui GoPay kepada terduga penipu itu.

Setelah melakukan transfer, ia mengatakan terduga penipu sempat hilang, dan hanya centang satu di WhatsApp, sebelum akhirnya membalas pesan Difa.

Tapi, 20 menit kemudian, Difa mengatakan riwayat pesan-pesan WhatsApp sebelumnya dihapus.

Ia pun pun kemudian bertanya kepada orang tersebut mengapa obrolan mereka sebelumnya dihapus.

"Habis itu baru sadar, 'Ah, saya kena scam', jadi hari itu saya enggak bisa tidur, sedih sekali," Difa mengaku kepada ABC Indonesia.

Difa juga menyadari dengan melakukan pengiriman uang melalui GoPay, bukan bank, ia tidak bisa melakukan apa-apa untuk mendapatkan uangnya kembali.

Risiko penipuan 'terasa lebih tinggi'

Penipuan tiket BTS kali ini diakui "cukup marak" oleh Lidya Agustini, kurator BTS ARMY Indonesia Amino (BAIA), kepada ABC Indonesia.

"Hal ini terlihat dari banyaknya laporan di beberapa platform media sosial, komunitas ARMY, hingga grup jual beli tiket yang membahas dugaan penipuan, akun-akun terduga penipu, maupun transaksi yang tidak berjalan sesuai kesepakatan," katanya.

"Setelah penjualan tiket resmi berakhir dan masih banyak penggemar yang belum mendapatkan tiket, aktivitas jual beli tiket di pasar sekunder meningkat sangat pesat."

Mengetahui hal ini, melalui akun fanbase tersebut, Lidya mengunggah peringatan di Instagram, supaya penggemar BTS berhati-hati saat hendak membeli tiket.

Lidya mengatakan sulit untuk menyimpulkan bila penipuan kali ini merupakan yang terparah dalam sejarah konser BTS di Indonesia, karena belum ada datanya.

"Namun, jika melihat besarnya basis ARMY dan tingginya antusiasme untuk konser kali ini, risiko penipuan memang terasa lebih tinggi dibanding banyak konser pada umumnya," kata Lidya.

"Semakin besar permintaan dan semakin 'langka' tiket yang tersedia, biasanya semakin banyak pula pihak yang mencoba memanfaatkan situasi tersebut."

Lidya mengatakan modus penipuan tiket "semakin beragam" dan "semakin meyakinkan", serta tidak selalu menggunakan akun anonim.

"Beberapa justru berusaha membangun kesan sebagai penggemar biasa agar lebih mudah mendapatkan kepercayaan korban."

"BTS memiliki basis penggemar global yang sangat besar, sehingga jumlah orang yang ingin membeli tiket sering kali jauh melebihi jumlah tiket yang tersedia," katanya.

"Di sisi lain, keinginan untuk tetap hadir di konser membuat sebagian orang mulai mencari alternatif melalui media sosial, grup komunitas, atau transaksi antar individu.

"Situasi inilah yang dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab."

Sejumlah media juga melaporan kasus penipuan tiket konser BTS yang terjadi di Singapura, Malaysia, Thailand dan Filipina.

Tertipu dua kali

Amalia Novita sudah menjadi penggemar BTS, atau ARMY, sejak tahun 2019, tapi baru kali ini tercapai, karena sebelumnya terjadi pandemi COVID-19 dan anggota boyband yang harus ikut wajib militer.

"Setelah menunggu dari tahun 2019 untuk melihat live performance mereka, saya benar-benar bertekad untuk nonton konser mereka bagaimanapun caranya," ujar Novita kepada Natasya Salim dari ABC Indonesia.

"Akhirnya saya join jastip tiket konser dan ikut war tiketnya sendiri."

Novita mengatakan ia berhasil mengamankan tiket di Kuala Lumpur dan Singapura. Hanya saja, tiket tersebut bukan tiket VIP.

"Tadinya saya mau menyerah, tapi keinginan untuk nonton di section VIP sangat besar," ujarnya.

"Setelah itu saya buka Thread, dan menemukan banyak sekali yang jual tiket VIP."

Keinginan mendapat tiket VIP membuat ia mengaku tertipu sebanyak dua kali, oleh dua oknum berbeda yang ia temukan di Thread.

Amalia mengatakan ia kehilangan Rp250 ribu dari seseorang yang mengaku sedang berusaha untuk menjual tiket anak bos-nya yang batal nonton konser.

Meski mengaku sudah berhati-hati, ia mengatakan awalnya sempat percaya, setelah mengecek nomor penjual tiket di GetContact.

"Dia dengan inisiatif, membagikan live location rumahnya," ujar Novita.

"Dia bilang enggak akan menipu, makanya dia berani share live location."

Sebelum mengirim uang muka sebanyak Rp250 ribu, Novita mengatakan ia meminta terduga penipu tersebut untuk mengirimkan screen record bukti pembelian tiket konsernya, yang dipenuhi oleh penjual tiket.

Keduanya setuju untuk transaksi tiket dengan metode bayar di tempat, atau COD, hingga penjual tersebut meminta Amalia untuk mengirimkan uang sebesar Rp400 ribu untuk ongkos bensin dan tol.

"Tadinya saya tidak mau transfer lagi, tapi setelah itu dia mengancam kalau proses COD-nya di rumah dia saja," katanya.

"Karena waktu itu saya sedang ada tamu dan dia berani share live location, saya transfer tapi hanya Rp300 ribu."

Namun, setelah menunggu selama satu jam, ia mengatakan oknum tersebut tidak pernah sampai.

"Dia tidak berhenti, malah jalan terus," katanya.

"Setelah itu semua chat dan telepon saya tidak pernah dibalas."

Imbauan untuk tidak terburu-buru

Lidya dari BTS ARMY Indonesia Amino meminta penggemar untuk waspada, terutama "ketika emosi mulai lebih dominan daripada pertimbangan."

"Kondisi tersebut sering dimanfaatkan oleh oknum yang menawarkan tiket dengan berbagai alasan yang terdengar meyakinkan," katanya.

"ARMY perlu berhati-hati terhadap setiap penawaran yang ditawarkan, harga yang tidak masuk akal, penjual yang mendesak untuk segera transfer, atau pihak yang tidak bersedia melakukan verifikasi lebih lanjut mengenai kepemilikan tiket-nya."

Lidya mengatakan jalur pembelian tiket yang paling aman adalah melalui platform atau mekanisme resmi yang diakui promotor konser.

"Yang juga perlu diingat, jadwal konser masih cukup lama sehingga tidak perlu panik atau merasa harus langsung membeli tiket saat itu juga," katanya.

"Tetap tenang, lakukan verifikasi secara menyeluruh, dan jangan mengambil keputusan hanya karena takut kehilangan kesempatan."

Dari pengalamannya, Amalia mengingatkan penggemar BTS untuk tidak mengirim uang muka atau pembayaran penuh, tanpa bertemu langsung dengan penjual, atau melihat langsung tiketnya.

Ia juga mengimbau agar melakukan pengecekan informasi tiket dengan penjual, keaslian tiket ke layanan pelanggan situs tiket, serta membuat surat perjanjian dengan penjual.

Simak juga Video: Janji-janji Palsu Ghisca Debora Si Penipu 2 Ribuan Tiket Coldplay

(ita/ita)


Berita Terkait