Dunia Hari Ini: Prancis Catat Lebih dari 1.000 Kematian Akibat Cuaca Panas

Dunia Hari Ini: Prancis Catat Lebih dari 1.000 Kematian Akibat Cuaca Panas

ABC Australia - detikNews
Senin, 29 Jun 2026 17:16 WIB
Prancis dilanda gelombang panas terparah yang pernah terjadi (Reuters: Gonzalo Fuentes)
Prancis dilanda gelombang panas terparah yang pernah terjadi (Reuters: Gonzalo Fuentes)
Paris -

Dunia Hari Ini kembali dengan berita-berita utama yang terjadi selama 24 jam terakhir dari beberapa bagian dunia.

Edisi Senin, 29 Juni 2026 kami awali dengan perkembangan dari Prancis.

Prancis melaporkan kematian lebih banyak

Prancis mencatat kematian lebih dari seribu orang dalam sehari akibat gelombang panas yang menerjang kawasan Eropa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih dari 1.200 warga Prancis meninggal pada 24 Juni, dengan tambahan 1.400 jiwa pada 25 dan 26 Juni.

Pada bulan April dan Mei, sebelum gelombang panas, tingkat kematian di Prancis mencapai 900 hingga 1.000 per hari.

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan lebih dari 1.300 kematian tercatat sejak 21 Juni terkait gelombang panas.

Peningkatan kematian sebagian besar terjadi di rumah-rumah pribadi, panti jompo dan rumah sakit, terutama di kota Paris.

Bayi dan anak kecil diselamatkan dari reruntuhan di Venezuela

Tim penyelamat di Venezuela menyelamatkan seorang bayi dan dua anak laki-laki berusia 11 tahun dari reruntuhan akibat gempa bumi di Venezuela.

Ketiga anak tersebut termasuk di antara setidaknya 33 orang yang diselamatkan dalam operasi multinasional akhir pekan.

Puluhan ribu orang lainnya masih belum ditemukan.

Jumlah korban tewas akibat gempa bumi bertambah menjadi setidaknya 1.450 pada Sabtu kemarin, ketika tim penyelamat asing berdatangan ke La Guaira, yang paling terdampak parah.

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, awalnya berterima kasih kepada relawan sipil yang mengangkut bantuan ke La Guaira, namun kemudian memperketat akses dengan alasan lalu lintas menghambat pergerakan kendaraan darurat.

AS dan Iran saling serang lagi

Amerika Serikat dan Iran saling menyerang target masing-masing di kawasan Timur Tengah, yang mengancam kesepakatan sementara antara kedua negara untuk menghentikan perang.

AS melancarkan serangan baru kepada infrastruktur militer Iran di dekat Selat Hormuz kemarin (28/06), dengan mengatakan tindakannya menanggapi serangan Iran terhadap pelayaran komersial.

Iran kemudian melancarkan serangan rudal dan drone ke Kuwait dan Bahrain, yang menjadi sekutu AS. Kemudian AS membalasnnya dengan serangan lain dan langsung dibalas lagi oleh Iran.

Kedua negara kini saling menuduh melanggar kesepakatan damai yang ditandatangani awal bulan ini, yang menjanjikan "penghentian permanen operasi militer di semua lini."

Komando Pusat militer AS (CENTCOM) mengatakan serangan awalnya mengenai "infrastruktur pengawasan militer Iran, sistem komunikasi, situs pertahanan udara, fasilitas penyimpanan drone, dan kemampuan penyebar ranjau" setelah serangan Iran terhadap sebuah kapal di laut Sabtu pagi (27/06).

Kanada kalahkan Afrika Selatan di menit terakhir

Kanada, salah satu tuan rumah Piala Dunia, mengalahkan Afrika Selatan 1-0 untuk melaju ke babak 16 besar berkat gol di menit-menit terakhir dari Stephen Eustáquio di Los Angeles.

Meski mendominasi peluang di Stadion SoFi, Kanada tampaknya ditakdirkan untuk tidak menembus pertahanan Afrika Selatan yang gigih hingga memasuki waktu tambahan.

Namun, gelandang Los Angeles FC, Eustáquio, memiliki rencana lain, melepaskan tembakan rendah dari jarak 20 meter ke sudut bawah gawang.

"Itu gol yang luar biasa," kata Eustáquio.

"Tapi ketika saya menembak, saya merasa semua orang ikut menembak bersama saya. Semua orang memberikan kekuatan pada tembakan itu dan bola masuk ke gawang."

(nvc/nvc)


Berita Terkait