Dunia Hari Ini: Ukraina Kirim Surat ke Rusia untuk Mengakhiri Perang

Dunia Hari Ini: Ukraina Kirim Surat ke Rusia untuk Mengakhiri Perang

ABC Australia - detikNews
Jumat, 05 Jun 2026 14:19 WIB
Volodymyr Zelenskyy mengatakan Ukraina siap menerapkan gencatan senjata penuh selama berlangsungnya negosiasi. (Reuters: Thomas Peter)
Volodymyr Zelenskyy mengatakan Ukraina siap menerapkan gencatan senjata penuh selama berlangsungnya negosiasi. (Reuters: Thomas Peter)
Jakarta - Dunia Hari Ini kembali merangkum sejumlah berita-berita utama yang terjadi selama 24 jam terakhir.

Laporan utama untuk edisi Jumat, 5 Juni 2026 kami hadirkan dari Ukraina.

Surat terbuka Zelenskyy untuk Putin

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyerukan negosiasi tatap muka dalam surat terbuka yang ditujukan langsung kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Surat tersebut merupakan pesan publik pertama yang ditulis Zelenskyy langsung kepada Putin sejak Rusia melancarkan serangan pada 2022.

Dalam surat tersebut, Zelenskyy mengkritik 26 tahun kekuasaan pemimpin Rusia tersebut.

Pihak Rusia mengaku sudah melihat surat tersebut dan akan memberi tahu Putin, tetapi "ada banyak pertanyaan" yang perlu dijawab untuk gencatan senjata.

"Tidak perlu menghentikan permusuhan untuk memulai negosiasi," kata Putin.

Hizbullah menolak gencatan senjata baru

Milisi Hizbullah yang didukung Iran menolak perjanjian gencatan senjata baru di Lebanon, sementara Israel mengatakan tidak akan menarik pasukannya dari negara tersebut.

Kelompok militan tersebut menuntut penarikan penuh Israel dari Lebanon karena pertempuran menghambat upaya untuk mengakhiri perang Iran.

Iran sudah menjadikan gencatan senjata di Lebanon sebagai syarat untuk setiap kesepakatan perdamaian dengan Amerika Serikat, dan dalam beberapa hari terakhir mengisyaratkan mereka akan langsung campur tangan jika Israel terus melakukan serangan.

Otoritas mengatakan pengumuman Hizbullah muncul ketika serangan Israel menewaskan sedikitnya empat orang, dan seorang penjaga perdamaian PBB tewas dalam baku tembak.

Pemimpin Hizbullah, Naim Kassem, dalam pernyataan tertulis yang dibacakan di televisi, menyebut negosiasi tersebut "konyol, memalukan, dan menghina."

Pemandu Everest selamat

Seorang pemandu Sherpa Gunung Everest, yang sebelumnya diduga tewas, ditemukan merangkak menuruni lereng gunung tertinggi di dunia setelah bertahan hidup sekitar seminggu tanpa makanan atau oksigen.

Pada 29 Mei lalu, Dawa Sherpa dinyatakan hilang dalam perjalanan pulang bersama seorang pendaki Polandia setelah gagal mencapai puncak setinggi 8.849 meter.

Pria berusia 52 tahun tersebut terakhir terlihat di atas Camp Tiga.

Kliennya kembali ke Base Camp, tetapi tidak jelas bagaimana mereka terpisah.

"Dawa bertahan hidup sendirian selama hampir seminggu tanpa makanan, air, atau oksigen tambahan, menavigasi Khumbu Icefall yang berbahaya [bahkan setelah tangga diambil]," kata perusahaan pendakian Gunung Everest Nepal dalam sebuah unggahan media sosial.

China menuduh Amerika memutarbalikkan fakta

China menuduh Amerika Serikat mencoreng sistem politiknya dan memutarbalikkan fakta terkait tindakan brutal China terhadap para demonstran di Lapangan Tiananmen.

Pada 4 Juni 1989, pemerintah China mengirim pasukan dan tank untuk menumpas protes yang menyerukan reformasi politik, yang menewaskan setidaknya ratusan jiwa.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio mengatakan dalam konferensi pers bahwa "tidak ada jumlah sensor yang dapat menghapus masa lalu."

"Mereka yang berkorban untuk menegakkan hak-hak mereka yang tidak dapat dicabut, yaitu kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai, akan dibenarkan suatu hari nanti," katanya.

Namun, Kementerian Luar Negeri China membalas dengan mengatakan mereka dengan tegas menentang komentar tersebut.

Tonton juga video "Trump Dukung Presiden Ukraina-Rusia Bertemu, Bahas Perdamaian Perang"

(ita/ita)



Berita Terkait