Dunia Hari Ini: Donald Trump Sebut Iran Bisa Dihancurkan dalam Satu Malam

Dunia Hari Ini: Donald Trump Sebut Iran Bisa Dihancurkan dalam Satu Malam

ABC Australia - detikNews
Selasa, 07 Apr 2026 18:38 WIB
Presiden Donald Trump berbicara dengan wartawan di Ruang Konferensi Pers James Brady di Gedung Putih, (06/04) di Washington. (AP: Alex Brandon)
Presiden Donald Trump berbicara dengan wartawan di Ruang Konferensi Pers James Brady di Gedung Putih, (06/04) di Washington. (AP: Alex Brandon)
Jakarta -

Anda sedang membaca Dunia Hari Ini, rangkuman berita dari sejumlah negara yang terjadi sepanjang 24 terakhir.

Informasi terkini dari perang menjadi pembuka edisi hari ini, Selasa, 7 April 2026.

Iran bisa 'dihancurkan dalam satu malam'

Presiden AS Donald Trump mengatakan "seluruh pelosok negara" Iran akan "dihancurkan" jika tidak ada kesepakatan yang dicapai pada hari Rabu besok (08/04), sambil mengancam untuk menargetkan infrastruktur sipil. Ia juga menolak menyebutnya sebagai kejahatan perang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam konferensi di Gedung Putih, Trump mengatakan Amerika Serikat mempunyai rencana untuk mengebom setiap jembatan dan pembangkit listrik di Iran.

"Seluruh negara bisa dihancurkan dalam satu malam," kata Trump.

"Dan malam itu mungkin adalah malam besok."

Komentarnya muncul setelah Iran menolak proposal gencatan senjata selama 45 hari, yang diajukan dalam pembicaraan yang melibatkan mediator Mesir, Pakistan, dan Turki.

Trump mengatakan Iran mengajukan proposalnya sendiri, tetapi itu "tidak cukup baik".

Korban tewas akibat cuaca ekstrem di Afganistan mencapai 110 jiwa

Cuaca ekstrem yang memicu banjir dan tanah longsor di banyak wilayah Afganistan, menyebabkan jumlah korban tewas meningkat, sementara hujan lebat diperkirakan masih akan mengguyur, demikian pernyataan pihak berwenang Afghanistan.

Badai dan hujan lebat dimulai di seluruh Afganistan sekitar 12 hari yang lalu, mempengaruhi sebagian besar dari 34 provinsi di negara itu.

Dalam 24 jam terakhir saja, Otoritas Manajemen Bencana mengatakan 11 orang tewas dan enam orang terluka.

Pihak otoritas mengatakan lebih dari 325 kilometer jalan hancur, sementara bisnis, lahan pertanian, saluran irigasi, dan sumur air juga rusak, hingga berdampak bagi 6.122 keluarga.

Secara keseluruhan, banjir, tanah longsor dan sambaran petir sudah menewaskan 110 orang dan melukai 160 orang dalam 12 hari terakhir, kata pihak berwenang, sementara 958 rumah hancur total dan 4.155 lainnya mengalami kerusakan sebagian.

Harga tiket pesawat domestik Indonesia boleh naik 9-13 persen

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan kenaikan harga tiket pesawat dipicu kenaikan harga avtur di semua negara, seperti di Thailand yang mencapai Rp29.518 per liter, Filipina Rp25.326 per liter, sementara di Indonesia sudah menembus Rp23.551 per liter.

Menurut Airlangga, harga avtur berkontribusi pada 40 persen biaya operasional maskapai.

Ia menyebut kenaikan fuel surcharge 38 persen berlaku untuk pesawat jet dan propeller, dari sebelumnya 10 persen, untuk merespon kenaikan harga avtur di pasaran sebagai dampak perang AS-Israel dan Iran, dan berlaku selama 2 bulan.

"Untuk menjaga kenaikan harga tiket domestik agar tetap terjangkau oleh masyarakat, maka pemerintah menjaga kenaikan harga tiket hanya di kisaran 9-13 persen," tegas Airlangga.

Airlangga mengatakan upaya pemerintah menahan lonjakan harga tiket bisa dilakukan melalui Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 11 persen untuk tiket angkutan udara di dalam negeri kelas ekonomi.

"Dengan perhitungan tersebut, jumlah subsidi yang kita berikan oleh pemerintah itu sekitar Rp 1,3 triliun per bulannya. Jadi kalau kita persiapkan untuk 2 bulan maka ini Rp 2,6 triliun agar harga tiket naiknya maksimum di 9-13 persen," jelasnya.

Putri Kim Jong Un akan pimpin Korea Utara?

Putri dari pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, yang dijuluki oleh media pemerintah sebagai anak yang "paling dicintai" atau "paling dihormati", sudah menemani ayahnya ke berbagai acara penting sejak akhir tahun 2022, memicu spekulasi jika ia sedang dipersiapkan sebagai pemimpin masa depan Korea Utara.

Dalam pengarahan tertutup di Majelis Nasional, Senin kemarin (06/04), Direktur Badan Intelijen Nasional Korea Selatan Lee Jong-seok mengatakan ia dapat dianggap sebagai penerus Kim, sebagai tanggapan atas pertanyaan para anggota parlemen tentang kedudukan politik putrinya itu.

Ketika ditanya tentang kemungkinan protes dari saudara perempuan Kim, Kim Yo Jong, yang sudah lama dianggap sebagai tokoh nomor 2 di Korea Utara, direktur NIS menjawab jika ia tidak memiliki kekuasaan yang substansial, kata anggota parlemen Lee dalam sebuah pengarahan.

Ia mengutip NIS yang mengutip "intelijen yang dapat diandalkan" tapi tidak disebutkan secara spesifik.

Beberapa pengamat tidak setuju dengan penilaian NIS, mengatakan masyarakat Korea Utara, yang sangat fokus pada laki-laki, kemungkinan besar tidak akan menerima pemimpin perempuan dan mengatakan Kim, yang berusia 42 tahun terlalu muda untuk menunjuk penggantinya yang dapat melemahkan cengkeramannya pada kekuasaan.

Lihat juga Video Trump Percaya Tindakan AS di Iran Didukung Tuhan

(ita/ita)


Berita Terkait