Dunia Hari Ini: Pemimpin Oposisi Australia Susun Kebijakan Imigrasi Kontroversial

Dunia Hari Ini: Pemimpin Oposisi Australia Susun Kebijakan Imigrasi Kontroversial

ABC Australia - detikNews
Senin, 16 Feb 2026 18:23 WIB
Partai Liberal sangat ingin merebut kembali basis konservatifnya setelah pemilihan federal tahun lalu (ABC News: Matt Roberts)
Partai Liberal sangat ingin merebut kembali basis konservatifnya setelah pemilihan federal tahun lalu (ABC News: Matt Roberts)
Canberra -

Dunia Hari Ini kembali dengan laporan terkini dari beberapa belahan dunia selama 24 jam terakhir.

Laporan utama dalam edisi Senin, 16 Februari 2026 kami hadirkan dari Australia.

Desas-desus kebijakan imigrasi 'kontroversial'

Kebijakan imigrasi yang lebih ketat merupakan inti dari visi Angus Taylor, yang baru terpilih sebagai pemimpin oposisi Australia minggu lalu, menurut temuan program Four Corners ABC.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumat lalu (13/02) ia menyatakan "pintu harus ditutup" bagi orang-orang yang tidak sejalan dengan "nilai-nilai Australia."

Partai tersebut belum mengumumkan kebijakan apa pun, tetapi sumber-sumber senior mengatakan Partai Liberal secara aktif membahas pendekatan kontroversial terhadap imigrasi yang terinspirasi kebijakan Partai Buruh Inggris baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

Akhir tahun lalu, Partai Buruh Inggris mengumumkan akan menolak visa tiga negara Afrika kecuali pemerintah mereka bekerja sama dengan upaya Inggris untuk memulangkan warga negara mereka yang visanya telah dibatalkan.

Kebijakan yang diusulkan, yang menurut informasi sedang dipertimbangkan oleh Angus, adalah bagian dari pergeseran radikal yang meluas dalam politik sayap kanan di Australia.

Peringatan hujan lebat di Selandia Baru

Badan meteorologi Selandia Baru telah mengeluarkan peringatan hujan lebat dan angin kencang di seluruh bagian utara.

Peringatan tersebut dikeluarkan sehari setelah banjir menyebabkan pemadaman listrik, jalan ambruk, dan evakuasi rumah.

Pihak berwenang mengatakan seorang pria tewas pada hari Minggu (15/02) setelah mobilnya terendam banjir di jalan raya.

MetService mengatakan ada "ancaman terhadap nyawa akibat kondisi sungai yang berbahaya, banjir yang signifikan, dan tanah longsor."

India dan Pakistan menolak berjabat tangan di Piala Dunia

India dan Pakistan menolak untuk berjabat tangan sebelum dan sesudah pertandingan paling dinantikan di Piala Dunia T20, yang dimenangkan India dengan selisih 61 run untuk mengamankan tempatnya di Super 8.

Pemain India, Ishan Kishan, mencetak 77 run dari 40 bola dalam pertandingan yang hampir batal setelah Pakistan mengancam boikot awal bulan ini sebelum membatalkan keputusannya.

Kapten Pakistan, Salman Ali Agha, dan kapten India, Suryakumar Yadav, tidak berjabat tangan saat undian, yang dimenangkan Pakistan dan memilih untuk 'fielding.'

Hal yang sama terjadi ketika pemain India dan Pakistan menolak untuk berjabat tangan pada turnamen Piala Asia tahun lalu di Uni Emirat Arab, di tengah ketegangan diplomatik dan militer antara kedua negara tetangga tersebut.

Gisele Pelicot mau mengunjungi mantan suami

Gisèle Pelicot mengatakan ingin mengunjungi mantan suaminya di penjara dan menatap langsung pelaku pelecehannya untuk mendapatkan jawaban atas tuduhan lain yang sedang diselidiki.

Gisèle menjadi ikon global dalam perlawanan kekerasan seksual pada tahun 2024 selama persidangan mantan suaminya, Dominique Pelicot, dan puluhan orang asing yang memperkosanya saat ia tidak sadarkan diri.

Dominique dihukum maksimal 20 tahun penjara karena membius dan memperkosa istrinya dan mengajak orang lain untuk melakukan kekerasan seksual terhadapnya, serta mendokumentasikan pelecehan tersebut.

Gisèle menulis memoar berjudul A Hymn to Life, yang akan dirilis pada 17 Februari.

"Saya perlu bertemu dengannya untuk mendapatkan jawaban," kata Gisele kepada BBC dalam sebuah wawancara menjelang penerbitan buku tersebut.

Lihat juga Video 'Australia Memanas, Warga Tolak Kunjungan Presiden Israel':

(nvc/nvc)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads