Dunia Hari Ini: Menlu Australia Menanggapi Seruan Tangkap Presiden Israel

Dunia Hari Ini: Menlu Australia Menanggapi Seruan Tangkap Presiden Israel

ABC Australia - detikNews
Kamis, 05 Feb 2026 17:17 WIB
Dunia Hari Ini: Menlu Australia Menanggapi Seruan Tangkap Presiden Israel
Penny Wong menanggapi seruan agar Australia menangkap presiden Israel. (ABC News: Matt Roberts)
Jakarta -

Anda sedang membaca laporan Dunia Hari Ini edisi Kamis, 5 Februari 2026.

Laporan utama kami hadirkan dari Australia.

Komentar Menteri Luar Negeri Australia soal Presiden Israel

Menteri Luar Negeri Penny Wong mengatakan pemerintah federal mempertimbangkan nasihat hukum tentang kewajiban Australia terhadap hukum internasional sebelum mengundang Isaac Herzog ke Australia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Chris Sidoti, yang merupakan komisaris dalam komisi penyelidikan independen PBB tentang Wilayah Palestina yang Diduduki, menyerukan agar Herzog ditangkap karena menghasut genosida.

Kepada ABC Radio National Breakfast, Wong mengatakan presiden Israel diundang oleh gubernur jenderal atas permintaan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.

ADVERTISEMENT

Ia mengatakan Israel akan diadili oleh Mahkamah Internasional atas kepatuhannya terhadap Konvensi Genosida.

"Presiden Herzog datang ke Australia untuk menghormati para korban serangan teror antisemit terburuk dalam sejarah negara kita di Bondi," kata Wong.

Belasan tewas dalam tabrakan kapal di Yunani

Sebanyak 15 migran tewas setelah perahu mereka bertabrakan dengan kapal penjaga pantai, terbalik, dan tenggelam di lepas pantai pulau Chios di Laut Aegea, Yunani.

Tabrakan ini terjadi setelah sebuah perahu migran yang berlayar menuju Chios dengan lampu navigasi dimatikan mengabaikan sinyal dari kapal patroli penjaga pantai dan mengubah haluan.

Perahu migran tersebut terbalik dan tenggelam akibat benturan yang parah, sehingga menyebabkan semua penumpang di dalamnya jatuh ke laut beberapa mil dari pantai Turki.

Pihak berwenang Yunani kemudian menemukan jenazah 14 orang dan menyelamatkan 25 orang lainnya, yakni tujuh perempuan, tujuh pria, dan 11 anak-anak.

Para migran, yang sebagian besar adalah warga Afghanistan dan seorang warga Maroko, dibawa ke rumah sakit, meskipun salah satu dari mereka, seorang perempuan, kemudian meninggal.

Putra Mahkota Norwegia menangis di persidangan

Putra dari Putri Mahkota Norwegia menangis di pengadilan di hari pertama kesaksiannya dalam persidangan atas tuduhan pemerkosaan dan kekerasan dalam rumah tangga.

Marius Borg Hiby, 29 tahun, putra dari Putri Mahkota Mette-Marit dan anak tiri dari Pangeran Mahkota Haakon, terancam hukuman penjara bertahun-tahun jika dinyatakan bersalah atas tuduhan paling serius dari 38 tuduhan yang dikenakan kepadanya.

Pada hari Selasa (03/02), hari pertama persidangannya, ia mengaku tidak bersalah atas tuduhan paling serius yaitu pemerkosaan dan kekerasan dalam rumah tangga tetapi mengakui beberapa tuduhan yang lebih ringan, termasuk mengemudi terlalu cepat.

Pada hari Rabu (04/02), di hari pertamanya sebagai saksi, Hiby mengatakan sangat sulit baginya untuk memberikan kesaksian di hadapan begitu banyak wartawan.

"Sangat sulit bagi saya untuk berbicara di depan begitu banyak orang. Saya telah dikelilingi oleh pers sejak saya berusia tiga tahun. Saya telah dilecehkan sejak saat itu," katanya sambil menangis tersedu-sedu.

PHK besar-besaran di Washington Post

Washington Post akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang akan secara drastis mengurangi skala surat kabar bersejarah ini.

Berdasarkan rekaman panggilan seluruh perusahaan kepada Reuters, editor eksekutif Matt Murray mengabari staf tentang pemutusan hubungan kerja tersebut pada hari Rabu (04/02).

PHK ini akan terjadi di seksi internasional, editorial, metro, dan olahraga, dan terjadi hanya beberapa hari setelah surat kabar berusia 148 tahun itu mengurangi liputannya tentang Olimpiade Musim Dingin 2026 di tengah kerugian finansial yang terus bertambah.

"Terlalu lama, kita beroperasi dengan struktur yang terlalu berakar pada masa ketika kita adalah surat kabar lokal yang hampir monopoli," kata Murray dalam panggilan tersebut.

Seorang reporter Post, yang berbicara dengan syarat anonim, menyebut kejadian ini sebagai "pembantaian."

(nvc/nvc)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads