Dunia Hari Ini: Amerika Serikat dan India Capai Kesepakatan Tarif

Dunia Hari Ini: Amerika Serikat dan India Capai Kesepakatan Tarif

ABC Australia - detikNews
Selasa, 03 Feb 2026 14:23 WIB
Dunia Hari Ini: Amerika Serikat dan India Capai Kesepakatan Tarif
Hubungan Donald Trump dan Narendra Modi telah tegang karena ketergantungan India pada minyak Rusia. (AP: Alex Brandon)
Jakarta -

Anda sedang menyimak laporan Dunia Hari Ini edisi Selasa, 3 Februari 2026.

Laporan utama kami hadirkan dari Amerika Serikat dan India.

India dan AS capai kesepakatan tarif

Donald Trump mengatakan Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan perdagangan dengan India.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam unggahan media sosial, presiden AS mengatakan ia dan Perdana Menteri India Narendra Modi mencapai kesepakatan yang akan mengurangi tarif timbal balik AS atas impor India dari 25 persen menjadi 18 persen.

Perdana Menteri India Narendra Modi mengunggah di X bahwa ia "senang" dengan pengurangan tarif tersebut dan berterima kasih kepada presiden AS "atas nama 1,4 miliar rakyat India atas pengumuman yang luar biasa ini."

ADVERTISEMENT

Trump mengatakan India juga telah setuju untuk berhenti membeli minyak Rusia dan sebagai gantinya meningkatkan impor energi dari Amerika Serikat, dan berpotensi dari Venezuela.

Korban tewas di Pakistan terus naik

Pasukan keamanan Pakistan menewaskan total 145 militan dalam pertempuran selama 40 jam.

Ini merupakan bagian dari serangkaian serangan senjata dan bom terkoordinasi di seluruh Balochistan yang menewaskan hampir 50 orang kemarin.

Pihak berwenang Pakistan menghadapi salah satu konflik paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir, karena pemberontak di provinsi kaya sumber daya yang berbatasan dengan Iran dan Afghanistan meningkatkan serangan terhadap pasukan keamanan, warga sipil, dan infrastruktur.

Menteri Dalam Negeri Junior Pakistan, Talal Chaudhry mengatakan penyerang yang berpakaian seperti warga sipil biasa memasuki rumah sakit, sekolah, bank, dan pasar pada hari Sabtu (31/01) sebelum mulai menembak.

"Dalam setiap kasus, para penyerang datang dengan berpakaian seperti warga sipil dan secara membabi buta menargetkan orang-orang biasa yang bekerja di toko-toko," katanya.

Barang bukti di kompleks penipuan terkuak

Militer Thailand pada hari Senin (02/02) mengatakan telah menemukan sejumlah besar bukti penipuan transnasional dari kompleks penipuan Kamboja.

Pejabat senior militer Thailand mengatakan kompleks O'Smach telah menampung ribuan orang, banyak di antaranya adalah korban perdagangan manusia yang dipaksa untuk menipu orang asing atau menghadapi hukuman.

Para tentara kemudian menunjukkan kepada wartawan salah satu dari beberapa bangunan di kompleks tersebut yang dibom dan diduduki oleh militer Thailand akhir tahun lalu.

Bangunan enam lantai itu dipenuhi dengan dokumen, termasuk daftar panjang yang tampaknya berisi target potensial dan detail kontak mereka, serta naskah dialog penipuan.

Pejabat Inggris diselidiki terkait Epstein

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer memerintahkan penyelidikan segera hubungan antara mantan duta besar London untuk Washington, Peter Mandelson, dan mendiang pelaku kejahatan seksual AS Jeffrey Epstein selama Mandelson menjabat sebagai menteri.

Starmer juga percaya gelar bangsawan "Lord Mandelson" harus dicabut, sekaligus posisinya di majelis tinggi parlemen, House of Lords.

Penyelidikan, yang akan dipimpin oleh Sekretaris Kabinet Chris Wormald tersebut, dilakukan setelah pemerintah AS merilis dokumen-dokumen Epstein.

Diketahui Wormald akan memeriksa "semua informasi yang tersedia mengenai kontak Peter Mandelson dengan Jeffrey Epstein selama masa jabatannya sebagai menteri pemerintahan."

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads