Dunia Hari Ini: Indonesia Membuka Kembali Akses Grok

Dunia Hari Ini: Indonesia Membuka Kembali Akses Grok

ABC Australia - detikNews
Senin, 02 Feb 2026 17:18 WIB
Dunia Hari Ini: Indonesia Membuka Kembali Akses Grok
Indonesia mengizinkan Grok milik Elon Musk untuk beroperasi kembali, mencabut larangan terkait gambar yang mengandung unsur seksual. (Reuters: Dado Ruvic)
Jakarta -

Anda sedang menyimak laporan Dunia Hari Ini, yang merangkum sejumlah informasi pilihan dunia selama 24 jam terakhir.

Laporan utama pembuka edisi Senin, 2 Februari 2026 kami hadirkan dari Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indonesia buka lagi akses Grok

Indonesia mengizinkan chatbot Grok milik Elon Musk untuk terus beroperasi setelah mencabut larangan terkait gambar berunsur seksual di aplikasi tersebut.

Menurut pemerintah, keputusan ini diambil setelah setelah X Corp berkomitmen untuk mematuhi hukum negara Indonesia.

ADVERTISEMENT

Tiga minggu lalu, Indonesia menangguhkan izin operasi Grok yang menampilkan konten pornografi yang dihasilkan oleh AI.

Indonesia menjadi negara pertama yang menolak akses ke alat AI tersebut.

Pernyataan dari Kementerian Komunikasi dan Digital menyebut pemerintah sedang memproses dimulainya kembali akses tersebut "secara bersyarat dan di bawah pengawasan ketat."

Alcaraz menangi Australian Open

Carlos Alcaraz menjadi pria termuda yang memenangkan Grand Slam karier, setelah mengalahkan juara 24 kali Grand Slam Novak Djokovic dalam final Australian Open.

Meski tidak pernah lolos perempat final di Melbourne, petenis nomor satu dunia itu berhasil mengalahkan Djokovic yang unggul di babak pertama.

Alcaraz, yang baru berusia 22 tahun, menambah gelar Australian Open 2026 ke koleksi gelarnya setelah French Open (2024, 2025), Wimbledon (2023, 2024), dan US Open (2022, 2025).

Setelah pertandingan, ia menulis di lensa kamera: "Tugas selesai. 4/4 selesai."

Ia adalah pria kelima di era Open yang memenangkan keempat gelar Grand Slam setelah Andre Agassi, Roger Federer, Rafael Nadal.

Puluhan warga Pakistan tewas akibat serangan teroris

Aksi bunuh diri dan serangan senjata api oleh "teroris" di provinsi Balochistan, Pakistan, telah menewaskan 33 orang.

Militer Pakistan mengatakan beberapa di antara yang tewas termasuk warga sipil.

Kelompok separatis mengklaim bertanggung jawab atas hampir belasan serangan terkoordinasi yang menargetkan warga sipil, penjara dengan keamanan tinggi, kantor polisi, dan instalasi paramiliter.

Pihak berwenang mengatakan 11 warga sipil dan 15 personel keamanan tewas.

Pasukan keamanan Pakistan merespon kekerasan tersebut, yang dilaporkan menewaskan 92 penyerang.

Bukti baru hubungan Epstein dengan Pangeran Andrew

Keluarga kerajaan Inggris menghadapi babak baru rasa malu setelah rilis terbaru dokumen dari penyelidikan AS terhadap Jeffrey Epstein.

Dokumen-dokumen tersebut mengungkap detail yang tidak menyenangkan tentang hubungan antara pelaku kejahatan seksual yang telah dihukum tersebut dan seseorang yang tampaknya adalah pria yang sebelumnya dikenal sebagai Pangeran Andrew.

Email yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS meliputi undangan bagi Epstein untuk makan malam di Istana Buckingham, tawaran Epstein untuk memperkenalkan korespondennya kepada seorang perempuan Rusia berusia 26 tahun, dan foto-foto yang tampaknya menunjukkan Andrew Mountbatten-Windsor berlutut di atas seseorang yang tidak dikenal dan terbaring di lantai.

Pengungkapan ini terjadi tiga bulan setelah Raja Charles III mencabut gelar kerajaan Mountbatten-Windsor, termasuk hak untuk disebut pangeran.

Tonton juga video "Kemkomdigi Buka Blokir Grok AI, Layanan Mulai Dinormalisasi"

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads