Dunia Hari Ini: Anwar Ibrahim Sebut Indonesia 'Teman Sejati' yang Tak Akan Dilupakan

ADVERTISEMENT

Dunia Hari Ini: Anwar Ibrahim Sebut Indonesia 'Teman Sejati' yang Tak Akan Dilupakan

ABC Australia - detikNews
Senin, 09 Jan 2023 13:27 WIB
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim tiba di Jakarta, Minggu (8/01), untuk kunjungan kenegaraan dan dijadwalkan bertemu Presiden Joko Widodo hari ini di Istana Bogor (Facebook: Anwar Ibrahim)
Jakarta -

Anda sedang membaca Dunia Hari Ini, edisi Senin, 9 Januari 2023.

Rangkuman laporan utama dari berbagai penjuru dunia sudah kami persiapkan hari ini dan kita awali dari kunjungan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim ke Indonesia.

Indonesia jadi 'teman sejati'

Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyatakan Malaysia akan selalu memprioritaskan Indonesia dalam hubungan bilateralnya.

"Indonesia menerima saya sebagai teman sejati. Saya tidak akan pernah melupakan hal itu," katanya.

Anwar mengenang peristiwa tahun 1998, ketika ia menjadi orang buangan politik setelah dipecat sebagai wakil perdana menteri dan dikeluarkan dari UMNO, mendorong munculnya gerakan reformasi Malaysia yang terinspirasi gerakan serupa yang menjatuhkan Presiden Suharto.

Para pemimpin Indonesia, seperti mantan presiden Abdurrahman Wahid dan Bacharuddin Jusuf Habibie tetap setia mendukung perjuangan Anwar dan tetap mempercayainya, meski telah dipenjara dengan tuduhansodomi yang belakangan akhirnya dibatalkan.

Anwar dan istrinya Dr Wan Azizah Wan Ismail tiba di Jakarta kemarin dan berencana berada di Indonesia hingga hari ini, termasuk akan diterima oleh Presiden Joko Widodo di Istana Bogor hari ini untuk membahas 12 agenda dalam hubungan negara serumpun ini.

Penyerbuan gedung pemerintahan

Ribuan pendukung mantan presiden sayap kanan Brasil Jair Bolsonaro,yang menolak menerima kekalahannya dalam pemilu, menyerbu gedung Mahkamah Agung, Kongres Nasional serta mengepung Istana Kepresidenan di ibu kota negara yang berakhir dengan perusakan

Bolsonaro yang meninggalkan Brasil menuju Florida hanya 48 jam sebelum masa jabatannya berakhir, terus mempersoalkan keabsahan pemilu 30 Oktober 2022 dan membuat pendukungnya terdorong melakukan aksi penyerbuan ke gedung-gedung pemerintah.

Presiden Luiz Inacio Lula da Silva dari sayap kiri mengutuk serangan itu dan memerintahkan aparat berwajib untuk menindak para perusuh yang banyak mengenakan warna hijau dan kuning, warna bendera yang melambangkan Pemerintahan Bolsonaro.

Insiden ini mengingatkan pada invasi 6 Januari ke Capitol di Amerika Serikat, ketika ribuan pendukung mantan presiden Donald Trump menolak hasil pemilu menyerbu dan mencoba menghentikan proses pengesahan kemenangan Joe Biden.

Pemulihan dampak banjir di Australia Barat

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Menteri Utama Australia Barat Mark McGowan mengunjungi Fitzroy Crossing yang dilanda banjir besar, serta mengalami kerusakan perumahan dan infrastruktur.

Mereka juga bertemu dengan warga setempat, termasuk para pengungsi sebelum mengunjungi sukarelawan dan pekerja layanan darurat yang membantu evakuasi dan penyaluran bantuan.

"Terima kasih kepada warga setempat yang telah bersatu dan saling membantu. Inilah cara hidup Australia Barat," ujar Mark McGowan

Meski banjir mulai surut di Fitzroy Crossing,kondisi di wilayah yang lebih rendah masih belum pulih dan diperkirakan akan memakan waktu lama.

Pemerintah memastikan semua penduduk yang terdampak di wilayah Kimberley berhak mengakses bantuan Disaster Recovery Funding.

Kekhawatiran munculnya varian baru Omicron

Saat China meninggalkan kebijakan 'zero-COVID' dan mulai melonggarkan pembatasan sosial, negara-negara lain khawatir akan ada varian Omicron baru dari China.

Pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan data resmi COVID China tidak mencerminkan kondisi sebenarnya terutama dalam jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit serta jumlah kematian.

Rincian yang bocor dari sumber resmi di China bulan lalu menunjukkan sebanyak 250 juta orang telah terinfeksi dalam 20 hari pertama bulan Desember, termasuk 37 juta kasus dalam satu hari.

Kini muncul kekhawatiran apakah kepadatan populasi tinggi China yang terisolasi dapat memberikan kondisi sempurna untuk munculnya varian baru, seperti disampaikan oleh Profesor Geisel Daniel R Lucey dari Sekolah Kedokteran Dartmouth.

Rusia klaim tewaskan 600 tentara Ukraina

Saksi mata mengatakan serangan roket di kota Kramatorsk tidak menunjukkan adanya korban tewas atau bangunan yang rusak, meski Rusia mengklaim serangan ini telah membunuh 600 tentara Ukraina.

Wartawan Reuters yang berkunjung ke lokasi kemarin melihat tidak ada bagian bangunan yang terkena langsung oleh rudal atau rusak parah, tak ada tanda-tanda yang jelas menunjukkan jika tentara pernah tinggal di sana, serta tak ada mayat atau ceceran darah.

Walikota Kramatorsk Oleksandr Honcharenko menyebut serangan itu telah merusak dua fasilitas pendidikan dan delapan gedung apartemen serta garasi, tapi tidak ada korban jiwa.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan serangan terhadap gedung-gedung di Kramatorsk kemarin merupakan tindakan balasan atas serangan Ukraina pekan lalu di barak tentara Rusia di Makiivka, Donetsk, yang menewaskan sedikitnya 89 orang.

"Akibat serangan rudal besar-besaran di lokasi penempatan sementara tentara Ukraina ini, lebih dari 600 prajurit Ukraina tewas," kata Kementerian Pertahanan Rusia.

Ikuti informasi dari berbagai belahan dunia di ABC Indonesia

(ita/ita)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT