Mobil Listrik Buatan China Mulai Masuk ke Australia dengan Harga Lebih Murah

ADVERTISEMENT

Mobil Listrik Buatan China Mulai Masuk ke Australia dengan Harga Lebih Murah

ABC Australia - detikNews
Selasa, 03 Jan 2023 15:57 WIB
Pabrikan mobil China meluncurkan mobil listrik di Australia. (Supplied: EVDirect/BYD)
Canberra -

Pabrikan mobil listrik China kini mulai memasarkan produknya di Australia, setelah penjualan di China mengalami peningkatan dua kali lipat pada 2022.

Industri mobil listrik di China awalnya disubsidi pemerintah, namun kini bergantung mekanisme pasar.

Sebagai perbandingan, Australia masih tertinggal meski subsidi pemerintah yang sejenis juga sudah mulai diperkenalkan. Misalnya di negara bagian Victoria dan New South Wales, pemerintahnya memberikan potongan harga hingga $3.000.

Harga tinggi dan fasilitas pengisian baterai yang terbatas menjadi penyebab lambatnya penggunaan mobil listrik (EV) di Australia.

Dari Januari hingga November tahun lalu, 2,9 persen dari semua mobil yang dijual di Australia adalah EV baterai.

China sudah melebihi jumlah tersebut pada tahun 2018.

"Di China,setidaknya di provinsi seperti Jiangsu, Zhejiang, dan Shanghai, secara umum, semua SPBU di jalan raya memiliki titik pengisian EV," kata Henry He, salah satu pemilik dari 8 juta mobil listrik di China.

"Semua teman saya yang berusia antara 25 dan 40 tahun telah memiliki mobil listrik," kata Henry kepada ABC News.

Profesor Yuan Chen dari University of Sydney menyebut pasar EV China mulai memasuki fase baru, dari pasar yang digerakkan oleh subsidi pemerintah menjadi mekanisme pasar sepenuhnya.

"Pasar EV China memiliki ekosistem yang dinamis. Mereka memiliki 300 perusahaan EV dan ada lebih dari empat juta titik pengisian baterai," jelasnya.

Melakukan ekspansi global

China kini telah menjadi pasar EV terbesar di dunia.

Menurut data China Association of Automobile Manufacturers, November 2022 China sudah mencapai target yang awalnya dipasang untuk tahun 2025, yakni 20 persen dari semua mobil yang dijual adalah jenis EV.

Pada tahun 2014, Presiden Xi Jinping mengatakan pengembangan kendaraan listrik adalah satu-satunya cara bagi China untuk bertransformasi dari negara konsumen mobil menjadi produsen mobil.

Berdasarkan volume produksi, China kini menjadi produsen EV terbesar di dunia.

Bukan hanya pasar domestiknya yang berkembang pesat.

Pabrikan mobil China telah meluncurkan produknya ke pasar Eropa, Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Australia.

Profesor Chen menjelaskan selama 20 hingga 30 tahun terakhir, industri mobil China telah matang, dengan bantuan akuisisi luar negeri, usaha patungan lokal, dan akses ke bahan baku penting seperti litium.

Merek mobil Eropa, seperti pabrikan Swedia Volvo dan pabrikan Inggris MGkini sudah diakuisisi oleh perusahaan China.

"Khususnya, dalam industri EV, baterai adalah komponen utama," ujar Profesor Chen.

"Pabrik aki China mendominasi pasar dunia lebih dari 60 persen aki mobil saat ini diproduksi di China."

Tahun 2023 ini diperkirakan ada puluhan model EV baru buatan China yang akan masuk ke Australia, seperti keluaran BYD dan MG.

BYD adalah pabrikan mobil terbesar di China dan produsen baterai utama, sementara MG didukung oleh perusahaan mobil milik negara China, SAIC Motor.

Masuknya mobil listrik buatan China ini akan menambah persaingan pasar Australia yang didominasi Tesla, dengan Tesla Model 3 (sekitar $65.000) dan Model Y (sekitar $75.000) saat ini menyumbang setengah dari pembelian EV di Australia.

Meski dengan potongan harga, harga EV tetap relatif tinggi di Australia. Hanya segelintir mobil yang saat ini dihargai di bawah $50.000.

Bisakah EV Cina menurunkan harga di Australia?

BYD dan MG masuk ke Australia dengan menawarkan mobil listrik bertenaga baterai di bawah harga$50.000.

"Kami berkomitmen untuk menghadirkan setidaknya dua model ke pasar Australia setiap tahun," menurut Luke Todd, kepala eksekutif EVDirect, yang merupakan distributor eksklusif BYD Australia.

Luke mengatakan EVDirect membawa SUV ringan (BYD Dolphin) dan sedan (BYD Seal) ke pasar pada awal 2023.

Harga untuk model baru ini belum diumumkan, tapi Luke mengatakan Dolphin akan lebih murah daripada model yang tersedia saat ini, BYD Atto 3, yang harganya sekitar $49.000.

Sementara itu, model ZS EV MG saat ini berharga sekitar $45.000, menjadi salah satu model dengan harga terendah di pasar.

Perusahaan ini akan meluncurkan model baru, MG4, pada awal tahun 2023.

"Saat ini kami sudah memiliki MG4 baru sebatas untuk pengujian lokal dan bisa kami konfirmasikan jika kami sedang proses memenuhi aturan desain Australia untuk varian ini," kata juru bicara MG Motor Australia.

Profesor Chen mengatakan masuknya beberapa model EV keluaran China kemungkinan akan menurunkan harga mobil listrik bagi konsumen Australia.

"Biaya pembuatan EV di China lebih rendah daripada negara lain, mengingat baterai buatan lokal, biaya tenaga kerja yang lebih murah, dan rantai pasokan yang komprehensif untuk semua komponen mobil," jelasnya.

"Beberapa model China murah pasti bisa didatangkan untuk menguji pasar Australia."

Serapan EV akan dipercepat di Australia

Perkiraan dari perusahaan konsultan independen Boston Consulting Group (BCG) menunjukkan penjualan EV akan meningkat sebesar 30 persen pada tahun 2023, melonjak dari sekitar 100.000 tahun 2022 menjadi 150.000 di tahun ini.

Mereka memprediksi penjualan mobil EV akan mencapai lebih dari35 persen dari penjualan mobil baru di Australia di tahun 2030.

Penjualan mobil listrik di Australia terus meningkat selama setahun terakhir.

Pada bulan November, 4,7 persen dari semua mobil yang terjual adalah EV.

"Kami hampir mencapai titik tertinggi di pasar [mobil] lain, yakni sekitar lima persen," kata Anita Oh, direktur pelaksana dan mitra di BCG.

Ia mengatakan target pengurangan emisi pemerintah federal dan pemerintah di beberapa negara bagian, kemauan konsumen, dan peningkatan ketersediaan pengisian daya telah meletakkan dasar untuk percepatan penggunaan EV.

"Tren ini didorong oleh kondisi menguntungkan, yang hingga saat ini telah memperlambat penyerapan EV dibandingkan dengan pasar lain," kata Anita.

Menurut survei yang dilakukan Dewan Kendaraan Listrik, lebih dari separuh warga Australia merasa kendaraan listrik akan menjadi mobil mereka berikutnya.

Salah satunya, Ian Wilcox dari Newcastle, yang membeli mobil EV buatan Tesla tiga tahun lalu. Kiniputranya, Oliver, membeli EV buatan BYD.

"Menghemat hampir 20 ribu dolar tentu saja sangat patut dicoba dan sejauh ini mobilnya sangat bagus," kata Oliver kepada ABC News.

Dirangkum dan diproduksi oleh Farid Ibrahim dari artikel ABC News

(nvc/nvc)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT