Terduga Pemimpin Sindikat Narkoba Global Diekstradisi ke Australia

ADVERTISEMENT

Terduga Pemimpin Sindikat Narkoba Global Diekstradisi ke Australia

ABC Australia - detikNews
Jumat, 23 Des 2022 13:18 WIB
Polisi Australia menuduh Tse Chi Lop sebagai pimpinan sindikat narkoba internasional The Company atau Sam Gor. (Supplied: Australian Federal Police)
Jakarta -

Terduga pemimpin sindikat narkoba global Tse Chi Lop tiba di Melbourne, Australia, setelah diekstradisi dari Belanda.

Pria berusia 59 tahun pemegang paspor Kanada ini telah dijadikan tersangka dengan tuduhan konspirasi memperdagangkan obat-obatan terlarang dalam jumlah komersial.

Tse tidak mengajukan permohonan untuk jadi tahanan luar dengan jaminan, ketika ia menjalani sidang pendahuluan di Pengadilan Melbourne Magistrates, dan dinyatakan ditahan.

Asisten Komisaris Kepolisian Federal Australia (AFP) Krissy Barrett mengatakan penangkapan Tse "akan menjadi salah satu penangkapan paling terkenal dalam sejarah AFP".

"AFP akan menuntut tersangka ini bagian dari konspirasi untuk menyelundupkan sabu-sabu dalam jumlah total sebanyak 20 kilogram antara Maret 2012 dan Maret 2013," katanya.

Polisi menyebutkan narkoba tersebut memiliki jual di pasaran sekitar $4,4 juta pada harga tahun 2022.

AFP mendapatkan 'red notice' atau semacam surat perintah penangkapan di berbagai dunia dari Interpol, sebelum kepolisian Belanda menangkap Tse di Bandara Schipol Amsterdam pada tahun 2021.

"Penangkapannya hari ini merupakan puncak penyelidikan jangka panjang AFP terhadap sindikat kejahatan trans-nasional terorganisir bernama The Company, juga dikenal sebagai sindikat Sam Gor," kata Asisten Komisaris Barrett.

Dia menyebut penyelidikan AFP memakan waktu 10 tahun dengan melibatkan berbagai tim.

Asisten Komisaris Barrett mengatakan Tse adalah tersangka bersama warga negara China-Inggris, Chung Chak Lee yang sudah diekstradisi dari Thailand ke Australia pada bulan Juni.

AFP menuntut kedua pria ini berkonspirasi dengan anggota sindikat lainnya untuk mengangkut narkoba bernilai jutaan dolar antara Melbourne dan Sydney.

Dakwaan juga akan menuntut sindikat narkoba ini terlibat dalam pencucian uang.

Asisten Komisaris Barrett mengatakan ini menjadi penangkapan ke-10 terkait dengan sindikat tersebut.

Dia menegaskan AFP bertekad menjadikan Australia sebagai "tempat yang berbahaya" bagi para pengedar narkoba.

Simak artikel lainnya dari ABC Indonesia

Lihat juga video 'Dua Oknum TNI di Sumut Terjerat Kasus Narkoba, 75 Kg Sabu Diamankan':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT