Tak Hanya di Indonesia, Pertandingan Sepak Bola di Melbourne Juga Rusuh

ADVERTISEMENT

Tak Hanya di Indonesia, Pertandingan Sepak Bola di Melbourne Juga Rusuh

ABC Australia - detikNews
Senin, 19 Des 2022 12:36 WIB
Sejumlah penonton menyerbu lapangan dan menghentikan pertandingan sepakbola Liga A antara Melbourne City dan Melbourne Victory di AAMI Park, Sabtu (17/12). (Getty Images: Darrian Traynor)
Jakarta -

Pertandingan sepakbola Liga A Australia antara tim satu kota Melbourne City dan Melbourne Victory buyar akibat penonton yang berlari ke tengah lapangan, Sabtu kemarin.Salah satu seorang pemain mengalami gegar otak.

Sejumlah penonton menyerbu masuk ke lapangan dari arah belakang gawang Melbourne City, menyerang penjaga gawang Tom Glover yang mengalami luka di bagian wajah dan kepala akibat terkena lemparan ember logam.

Minggu kemarin, klub Melbourne City menjelaskan kondisi kiper Tom Glover parah dan mengalami gegar otak.

Polisi telah merilis gambar pelaku pelemparan ember logam, dan sejauh ini dua penonton telah diperiksa.

Senin pagi tadi, Asosiasi Sepak Bola Profesional (APL) mengutuk insiden tersebut dan berjanji akan menjatuhkan sanksi keras.

Ketua APL Danny Townsend mengatakan kepada ABC News pada hari Senin, pihaknya tak ingin berspekulasi sanksi apa yang akan diambil, namun tidak menepis jika akan ada hukuman denda, pengurangan poin, atau pertandingan tanpa penonton.

Ulah penonton diduga dipicu oleh keputusan penyelenggara untuk memindahkan laga final Liga A ke Sydney untuk beberapa tahun ke depan.

Padahal selama ini sistemnya mengacu pada kesebelasan dengan peringkat teratas otomatis ditunjuk sebagai tuan rumah partai final.

Para pendukung kedua klub dari satu kota ini menyatakan akan melakukan aksi 'walkout' pada menit ke-20 pertandingan, tapi tidak ada yang menyangka akan berubah menjadi aksi kekerasan.

Polisi Victoria langsung melakukan penyelidikan dan mengatakan sejumlah pemeriksaan terus dilakukan setelah melihat rekaman perilaku massa.

"Apa yang kami lihat dari mereka yang menyerbu lapangan sangat mengejutkan, memalukan, dan kurang menghormati permainan sepakbola," kata Inspektur Jason Goddard dari Kepolisian Victoria.

Di tengah pencapaian Timnas Socceroos yang berhasil lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia Qatar, ulah penonton di Melbourne merupakan pukulan telak bagi dunia sepakbola Australia.

Mantan kapten Socceroos dan komentator sepak bola Paul Wade mengaku sangat malu dengan perilaku penonton, yang dia gambarkan sebagai "orang bodoh".

Dia mendesak agar pelaku di kalangan pendukung Melbourne Victory yang menghasut invasi ke lapangan harus dihukum lebih keras.

"Tangkap si bodoh itu dan jebloskan dia ke penjara dan singkirkan sama sekali dukungan aktifnya," katanya kepada ABC.

Mantan pemain Socceroo dan penyiar sepakbola Craig Foster mengatakan meskipun adegan semacam ini juga terjadi di negara lain, namun selama ini sepak bola Australia terus berusaha mengembangkan budaya penonton yang bertanggung jawab.

"Mereka ini telah merusak reputasi seluruh permainan.Melihat seorang pemain diserang dan memaksa menghentikan permainan dengan cara ini sungguh tidak pantas," ujarnya.

Dua orang diperiksa

Polisi menyatakan telah memeriksa dua orang yang ada di foto penyerbuan itu dan masih mencari satu orang yang diduga sebagai pelaku pelemparan ember logam.

Salah satu foto menunjukkan seorang pria dengan celana pendek dan kemeja hitam berlari ke lapangan sambil memegang ember logam penuh pasir, yang tampaknya mengenai Tom Glover.

Foto lain menunjukkan seorang pria yang kini dicari polisi sehubungan dengan petasan, dan pria lainnya dicari karena invasi lapangan.

Pada pertandingan Sabtu malam kemarin, kedua kelompok pendukung berencana meninggalkan lapangan pada menit ke-20 sebagai tanda protes terhadap keputusan Liga Profesional Australia (APL) untuk menjual pertandingan grand final tiga tahun ke depan ke Kota Sydney.

Ketegangan meningkat saat petasan mengenai dan melukai juru kamera TV 10. Situasi meledak ketika kiper Tom Glover mengambil petasan lainnya dari tanah dan melemparkannya kembali ke arah tribun.

Penonton kemudian bergegas menyerbu lapangan dan salah satu di antaranya melempar ember logam ke arah Glover yang mengalami gegar otak serta Wasit King yang mengalami luka di kepala.

Dirut Football Australia James Johnson mengatakan insiden itu telah mencoreng reputasi sepakbola.

"Saya secara pribadi telah menghubungi kiper Melbourne City Thomas Glover dan ofisial pertandingan Alex King. Mereka terguncang dan kami telah menawarkan dukungan kepada mereka berdua," katanya.

Diproduksi oleh Farid Ibrahim dari artikel ABC News yang dapat dibaca di sini dan di sini.

Simak juga '3 Hal Terkait Liga 1 yang Lanjut Lagi Pasca-Tragedi Kanjuruhan':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT